RADAR JOGJA – Satpol PP DIJ meyakini ketidaktaatan masyarakat berkorelasi dengan adanya peningkatan kasus positif Covid-19 di DIJ. Pelanggar juga didominasi kelompok usia muda.

Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad menjelaskan, pelanggar yang terjaring razia penegakan protokol kesehatan (prokes) rata-rata berusia 20-30 tahun. Misalnya mahasiswa yang baru datang ke Jogja. “Biasanya juga pelajar yang bosan di rumah,” katanya.

Menurutnya, jumlah pelanggar berbanding lurus dengan kasus positif Covid-19. Noviar menganggap terdapat korelasi antara pelanggar prokes dengan semakin tingginya angka kasus positif. “Kami minta keluarga ikut berperan dalam memberikan kesadaran untuk mematuhi prokes,” ujar Noviar.

Berdasarkan catatan Satpol PP DIJ, sepanjang September kemarin terdapat sekitar 10.500 orang yang terjaring razia. Tiga kriteria pelanggarannya yakni tidak menggunakan masker, membawa masker namun tidak digunakan, serta tidak benar dalam menggunakan masker. Orang yang berkerumun juga menjadi sasaran razia. Pemantauan akan terus dilakukan hingga Desember.

Julianto Arif, 28, menjadi salah satu warga yang sedang berkumpul bersama rekan-rekannya pada Sabtu (4/10) malam di sebuah kedai kopi daerah Seturan, Sleman. Ia mengatakan, kendati tengah bermalam Minggu, jarang beraktivitas di luar rumah. “Sebenarnya jarang ke luar rumah, seminggu ini baru keluar main sekali,” katanya.

Dia mengaku, alasannya untuk keluar rumah tidaklah mendesak. Arif hanya merasa bosan karena lama tidak bertemu dengan teman-temannya. “Di rumah lama-lama nggak ada kerjaan kan bosan. Ini sekali-kali kumpul aja, stres kerjaan juga. Teman-teman juga ada yang takut (Covid-19) soalnya,” jelasnya.

Terkait adanya lonjakan kasus,  Arif mengaku tak merasa khawatir. Dia mengatakan, saat kali pertama membaca berita lonjakan kasus, dia sempat merasa takut. Namun seiring waktu, kekhawatirannya terus berkurang. Kendati demikian, ia tetap meningkatkan kewaspadaan termasuk menerapkan prokes. Misalnya memakai masker, mengonsumsi vitamin, serta membawa hand sanitizer.

“Sekarang sudah agak biasa. Peningkatan kan di luar kendali kita ya. Yang penting (pencegahan) dari diri sendiri dulu diperhatiin. Kalau keluar ya pakai masker dan jaga-jarak. Ini kalau kumpul juga itu-itu aja ketemu orang-orangnya,” paparnya. (tor/laz)

Jogja Raya