RADAR JOGJA – Aktivasi kereta rel listrik (KRL) di Jogjakarta tinggal menunggu waktu. Dua trainset masih menjalani uji fungsi di Jakarta. Untuk selanjutnya melayani rute Jogjakarta – Solo pada akhir Oktober atau awal November tahun ini.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wiwik Widayanti memastikan operasional KRL sesuai jadwal. Terlebih tiang pancang dan listrik aliran atas (LAA) telah terhubung dari Jogjakarta hingga Solo. Setidaknya progres pembangunan saat ini mencapai 90 persen.

“Seluruh sarana prasarana pendukung telah disiapkan untuk aktivasi rute KRL ini. Mulai dari fasilitas di setiap stasiun maupun yang berada di gerbong KRL,” jelasnya, ditemui di Bilik Kopi Kota Jogja, Jumat (2/10).

Dalam kesempatan ini Wiwik juga menjawab masih kereta Prambanan Ekspres (Prameks). Mantan Kepala Daop VI Jogjakarta ini memastikan kereta tersebut tetap operasional. Bahkan tetap melayani rute yang sama. Prameks, lanjutnya, justru diambil alih PT KCI, secara bertahap pelayanan gerbong berganti dengan KRL.

“Untuk saat ini Prameks tetap melayani rute yang sama. Terlebih untuk rute Kutoarjo belum ada pembangunan tiang pancang. Baru rute Jogjakarta-Solo,” katanya.

Wiwik berharap masuknya KRL dapat melayani perjalanan jarak dekat. Dia menjanjikan pelayanan yang lebih baik dengan KRL. Mulai pemanfaatan energi terbarukan hingga waktu tempuh yang lebih singkat.
Sebagai perbandingan KA Prameks melaju dengan kecepatan rata-rata 70 hingga 80 kilometer/jam. Sementara untuk KRL direncanakan pada kecepatan 90 kilometer/jam. Tujuannya agar mempersingkat waktu keberangkatan.

“Nanti pasti ada evaluasi, termasuk untuk kecepatannya. Jadi bisa melayani penumpang lebih cepat,” ujarnya.

Tiket penumpang tidak lagi menggunakan kertas, namun dapat diakses secara digital maupun kartu denagn e-payment. Hal ini untuk memudahkan penumpang dan layanan standar KRL yang sudah ada di Jabodetabek.

“Jadi, nanti kalau sudah masuk ke peron, pakai kartu atau link aja digital bisa dipakai untuk berangkat jam berapa saja. Kalau sekarang pakai kertas kan berangkatnya sesuai dengan waktu yang tertera,” katanya.

Senior Manager Wilayah VI PT KCI Jogjakarta Dedy Setiawan menambahkan, belum ada kepastian terkait nominal tiket. Jajarannya tengah mengembangkan kartu multitrip. Nantinya seluruh pembayaran tiket memakai kartu tersebut. Isinya adalah saldo yang berfungsi sebagai pembayaran tiket.

“Kalau KRL Jabodetabek itu hitungannya jarak atau perkilometer. Pembayaran memanfaatkan kartu multitrip. Jogjakarta sudah ada tapi memang belum diperjualbelikan,” katanya.

Pihaknya berharap sarana prasarana tersebut bisa segera beroperasi di wilayah Daop 6 Jogjakarta. Saat ini mulai dilakukan uji coba rangkaian kereta buatan Indonesia melalui PT Inka di Jabodetabek.

“Saat ini rangkaian sedang menjalani endurance test sampai cocok benar dengan sarana dan prasarana. 1 Januari 2021 Jogja-Solo sudah KRL dan ke barat sekarang sampai Kutoarjo, kedepan harapannya sampai Kroya, dengan jumlah perjalanan yang maksimal,” paparnya. (dwi/sky/tif)

Jogja Raya