RADAR JOGJA – Munculnya kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di sebuah rumah makan mie di Kotabaru Kota Jogja mencuri perhatian. Terlebih usaha kuliner ini cukup ramai pengunjung. Selain itu juga banyak jasa ojek online yang mengantri setiap harinya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti memastikan ada upaya tracing dan tracking. Selanjutnya melokalisir kasus agar tak menjadi klaster. Tentunya dengan uji medis melalui rapid diagnostic test (RDT) dan swab PCR.

“Dari kasus itu kami kembangkan mekanisme standar tracing dan tracking. Yang kedua melokalisir persoalan agar tidak menjadi klaster dan lebih luas. Kami mengantisipasi seperti itu,” jelasnya ditemui di Kantor Pemkot Jogja, Kamis (1/10).

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 Kota Jogja, muncul satu kasus pegawai bagian dapur terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien ini tak memiliki gejala atau asimptomatik.

Haryadi berharap munculnya kasus menjadi pelajaran bagi para pemilik usaha di Kota Jogja agar mampu menerapkan protokol Covid-19 secara ketat dan disiplin. Pihaknya juga akan melakukan pemantauan melalui Satgas Gakkum Covid-19.

“Selama ini kerumunan dari hiburan tetapi ini merupakan sebuah hal di mana kerumunan kuliner menjadi perhatian kami. Saya minta gugus tugas di bidang pencegahan untuk antisipasi dan melakukan pengawasan yang lebih ketat,” tegasnya.

Haryadi meminta agar pemilik usaha jujur jika ada kasus atau gejala Covid-19 di lokasi usahanya. Tujuannya agar pemetaan sebaran kasus bisa dilakukan secepatnya. Untuk selanjutnya dilakukan tracing dalam kontak ring I dan lebih luas.

Adanya fasilitas take away dapat dimanfaatkan secara optimal. Agar dapat mengurangi kerumunan dalam warung makan. Walau tetap boleh operasional dengan penerapan protokol Covid-19.

Take away tapi jangan ada kerumunan gitu lho. Itu tergantung unit usaha tersebut. Bisa nanti evaluasi agar pelayanan take away saja. Kalau sekarang warungnya tutup untuk disinfeksi,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Raya