RADAR JOGJA – Persebaran Covid-19 juga masih ditemukan di Kota Jogja. Dilaporkan, salah satu restoran mi di Kotabaru ditutup selama tiga hari sejak Selasa (29/9) sampai hari ini (1/10) untuk sterilisasi maksimum.

Ini menyusul salah satu karyawan restoran ini terpapar Covid-19.Camat Gondokusuman Guritno membenarkan adanya satu karyawan di restoran mi yang letaknya tak jauh dari Stadion Kridosono itu terpapar Covid-19. Namun yang terpapar merupakan warga Bantul dan sudah mendapat penanganan dan dirawat di rumah sakit wilayah Bantul. “Sudah diambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk upaya pencegahan dan penularan,” katanya Rabu (30/9).

Ia menjelaskan yang bersangkutan sempat tidak masuk kerja karena sakit sejak 15 September lalu. Setelah dilakukan swab dengan hasil positif keluar pada 25 September. Sejak terkonfirmasi positif itu, yang bersangkutan sudah dirawat di rumah sakit wilayah Bantul.

Tim kesehatan masyarakat Puskesmas Gondokusuman 2 langsung melakukan upaya tracing pada Selasa (29/9) dan Rabu (30/9) terhadap karyawan lain yang memiliki kontak erat. “Karyawan yang positif itu kebetulan bagian dapur, jadi tidak banyak kontak dengan pelanggan,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Restoran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Aldi Fadlil Diyanto menyayangkan adanya karyawan restoran yang terpapar Covid-19. Hal ini membuktikan edukasi protokol kesehatan belum merata diketahui masyarakat.

“Memang kami sendiri masih mengejar edukasi untuk seluruh anggota kami dulu. Supaya bisa teredukasi dan terverifikasi protokol kesehatan di lapangan,” katanya yang menyebut salah satu restoran mi ini belum beranggota di bidang restoran PHRI DIJ.

Meski belum beranggota, pihak pengelola disarankan secara aktif menanyakan informasi tentang protokol kesehatan seperti step by step melakukan verifikasi di lapangan. Menurutnya, hal ini penting agar kasus baru yang muncul di restoran seperti ini bisa diantisipasi sebelumnya.

Terlebih, form pengajuan verifikasi protokol kesehatan secara terbuka sudah diunggah di website milik Dinas Pariwisata Kota Jogja. “Karena pemkot selalu berkoordinasi dengan kami, dalam hal instrumen yang perlu diverifikasi protokolnya. Kami sudah menyiapkan semuanya dan kami harapkan informasi ini bisa tersebar secara merata,” jelasnya. (wia/laz)

Jogja Raya