RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 cukup berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh. Pemkab Kulonprogo termasuk lumayan baik, masih di atas 3 persen. Kondisi itu masih relatif baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi DIJ pada triwulan pertama yang tercatat minus 0,17 persen atau turun 7,68 persen.

Kabag Perekonomian Setda Kulonprogo Adnan Widodo mengatakan, asumsi pertumbuhan ekonomi Kulonprogo di atas 3 persen berdasarkan data pada 2019, di mana pertumbuhan ekonomi DIJ sebesar 7,51 persen, sedangkan di Kulonprogo mencapai 10,84 persen. Sedangkan pada triwulan pertama di DIJ minus 0,17 persen atau turun 7,68 persen.

“Maka jika diasumsikan dan diproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo dari 10,84 persen dikurangi 7,68 persen, maka jadi sebesar 3,16 persen,” kata Adnan Selasa (29/9).

Dijelaskan, penurunan pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi disebabkan beberapa faktor. Di antaranya berhentinya proyek infrastruktur daerah, karena anggarannya terkena refocusing untuk penanganan Covid-19.

“Pada triwulan ketiga ini proyek infrastruktur mulai berjalan kembali. Termasuk megapryek yang ada di Kulonprogo seperti pembangunan perhotelan dan jalur kereta api (KA) bandara. Kami berharap ini akan kembali mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo supaya tidak minus,” jelasnya.

Menurutnya, indikator pertumbuhan ekonomi yang positif bisa dilihat dari daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat Kulonprogo juga ditopang dengan beberapa program bantuan, seperti bantuan sosial tunai (BST), bantuan pangan non tunai (BPNT), hingga bantuan sosial lainnya.

“Program bantuan sosial dari pemerintah pusat hingga kabupaten ini yang membantu menstabilkan daya beli masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat positif. Begitu juga laju inflasi dapat dikendalikan,” ujar Adnan.

Ditambahkan, beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA) juga cukup berndampak signifikan pada laju pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo. Salah satunya dari pendapatan parkir bandara yang cukup lumayan.

“Banyaknya warga yang mengakses YIA, baik itu penumpang atau yang sekadar melancong untuk berlibur, cukup mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kulonprogo di tahun 2020 ini menunjukkan tren peningkatan yang positif. Pemkab juga terus menggiatkan program padat karya dalam pembangunan infrastruktur untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang ada.

“Kami berharap program padat karya ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan mengurangi angka pengangguran, serta menjadi kekuatan daya beli masyarakat pada masa pandemi Covid-19,”  ungkapnya. (tom/laz)

Prokes Ketat, Dilarang Tukar Alat Makan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo Nur Wahyudi menambahkan, program Padat Karya 2020 Disnakertrans Kulonprogo meliputi 63 paket. Seluruhnya untuk proyek infrastruktur fisik, seperti pengerjaan jalan dan talut senilai Rp 5,6 miliar.

“Rinciannya 52 paket dikerjakan APBD perubahan 2020, sisanya 11 paket di APBD murni. Total dana yang digelontorkan untuk seluruh paket itu mencapai Rp 5,6 miliar,” ungkapnya.

Dijelaskan, progres pembangunan padat karya yang dikerjakan dalam APBD murni sebanyak tujuh titik sudah mencapai 99 persen dan satu titik sekitar 45-50 persen. Sisanya satu titik lagi akan dikerjakan pada APBD perubahan, menunggu hasil evaluasi gubernur DIJ berikut 51 paket lainnya yang juga akan dikerjakan pada APBD perubahan.

“Kegiatan padat karya di APBD murni sudah dikerjakan sejak awal tahun. Untuk yang APBD perubahan belum dikerjakan, sebab masih menunggu hasil evaluasi gubernur DIJ, salah satunya terkait dengan korona,” jelasnya.

Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja, Disnakertrans Kulonprogo Boiran menambahkan, kegiatan padat karya penting untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat akibat dampak Covid-19. Kendati demikian, harus tetap mentaati protokol kesehatan (prokes). “Harus beriringan, dikerjakan dan tetap menerapkan protokol prokes secara ketat,”  tandasnya.

Ditegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kalurahan dan kapanewon lokasi program padat karya untuk benar-benar menerapkan prokes. Pekerja diprioritaskan warga sekitar proyek. “Prokses tetap harus diterapkan dengan disiplin, mengenakan masker, tidak berkerumun dan tidak bertukar alat makan,” tegas Boiran. (tom/laz)

Jogja Raya