RADAR JOGJA – Realisasi pembangunan Grha Pers Pancasila menjadi salah satu prioritas Hudono. Hal itu diucapkan Hudono tak lama setelah dinyatakan terpilih sebagai ketua PWI DIJ periode 2020-2025. Wakil Pemimpin Redaksi Koran Merapi ini terpilih secara aklamasi oleh seluruh peserta Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI DIJ.

“Saya siap mengawalnya sebagai kelajutan dari program pengurus sebelumnya. Termasuk mewujudkan pendirian lembaga pendidikan dan pengembangan Pers Pancasila,” kata Hudono di gedung PWI DIJ Jalan Gambiran 45 Jogja, tempat diselenggarakannya konferprov kemarin (26/9).

Selain itu, dia juga ingin mendorong peningkatan kesejahteraan wartawan. Anggota PWI DIJ harus memiliki kekuatan ekonomi yang mapan. “Profesionalisme wartawan tidak mungkin terwujud tanpa dibarengi dengan kesejahteraan,” ucapnya.

Pemilihan ketua PWI DIJ diawali dengan pengajuan bakal calon atau balon. Awalnya peserta konferprov mengajukan  tiga nama. Di samping Hudono ada dua nama lainnya. Esti Susilarti dan Swasto Dayanto. Namun keduanya menyatakan keberatan dicalonkan. “Kami menolak,” ujar keduanya kompak.

Lantaran tak bersedia dicalonkan, praktis calon ketua tinggal Hudono. Sidang yang dipimpin Esti Susilarti tak membutuhkan waktu lama. Dia langsung mengetokan palu sebagai tanda pengesahan Hudono sebagai ketua  PWI DIJ terpilih.

Agenda konferprov juga memilih ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI DIJ dan empat anggota formatur. Dinamika sidang muncul saat peserta harus menentukan pilihan ketua DKP. Ada lima balon yang muncul. Mereka adalah Sihono Harto Taruno, Primaswolo Sudjono, Susilastuti, Sayyid Mussahada dan Swasto Dayanto.  Dari lima balon itu, hanya Sihono dan Primaswolo Sudjono yang bersedia dipilih. Sedangkan tiga balon lainnya menolak untuk maju.

Karena ada dua calon, penentuan ketua DKP diputuskan melalui voting. Dari 132 anggota PWI DIJ yang masuk daftar pemilih tetap (DPT), ada 87 orang yang menggunakan hak pilihnya. Hasilnya sebanyak 62 suara memilih Sihono dan sisanya 24 peserta mendukung Primaswolo Sudjono. Satu suara dinyatakan gugur.

Bersamaan dengan pemilihan ketua DKP, peserta juga memilih anggota formatur.  Jumlahnya empat orang. Terpilih sebagai anggota formatur Swasto Dayanto, Sayyid Mussahada, Widyo Suprayogi dan Esti Susilarti. Sebagai ketua terpilih, Hudono secara ex officio atau otomatis menjadi ketua formatur.

Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Zulkifli Gani Ottoh mengapresiasi jalannya Konferprov PWI DIY. Menurut Zulkifli, kebersamaan dan persatuan anggota PWI DIY sangat luar biasa. “Kelihatan sekali dalam pemilihan ketua PWI DIJ,” katanya.

Dia juga baru kali pertama pemilihan anggota formatur dipilih langsung dalam konferprov. Anggota PWI DIJ diberi kesempatan seluas-luasnya memilih nama-nama yang akan dijadikan formatur. “Saya punya kenang-kenangan yang baik di Jogja,” ungkapnya.

Zulkifli juga mengapresiasi tekad ketua PWI DIJ terpilih yang akan terus mendorong terwujudnya pembangunan  Grha Pers Pancasila. Sebab, Grha Pers Pancasila itu akan menjadi kebangggaan anggota PWI se-Indonesia. “Itu satu-satunya di Indonesia dan dipelopori dari Jogja,” kata mantan ketua PWI Sulawesi Selatan ini.

Jalannya Konferprov PWI DIJ 2020 didukung Bank BNI, Bank BRI, Bank BPD DIY, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. Juga PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) serta anggota DPD RI M Afnan Hadikusumo. (kus/ila)

Jogja Raya