RADAR JOGJA – Hudha, sang pemilik toko tak menyangka sejak tokonya dibuka antrean warga sudah membeludak. Bahkan sampai berjajar panjang ke jalan raya. Dia pun kelabakan menangani antrean yang kadang tak sedikit warga yang komplain lantaran saldo rekening taninya tak cukup. “Ini kendala. Antrean jadi lebih lama,” keluh Hudha di lokasi.

Dia mengakui memang belum berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. Sebab, tidak biasanya antrean sepanjang ini. Hal ini menjadi wajar karena jumlah pupuk subsidi yang turun kemarin mendapatkan tambahan kuota dari biasanya.

Ditambah datangnya musim hujan, sehingga warga antusias membeli pupuk. Warga yang tidak mendapatkan nomor antrean pun turut antre. “Padahal sudah dipastikan yang memiliki kartu tani dipastikan dapat. Hanyaa saja warga tak sabaran,” ujarnya.

Adanya teguran Satgas Covid-19 itu pihaknya bersama Admin Kartu Tani Dispertan Kabupaten Magelang Singgih Pramono segera menjadwalkan ulang pembelian pupuk bersubsidi. Hudha dan Singgih mengestimasi, setiap orang mendapatkan jatah waktu 2,5 menit untuk mengurus transaksi hingga pembagian pupuk. Bagi warga yang belum mengisi rekening ATM-nya, diminta langsung pulang dan dapat mengambil kembali minggu depan.

“Ya, kami atur lagi waktunya agar tak berkerumun. Karena ini di luar prediksi,” katanya. Disebutkan, satu kantong pupuk subsidi mendapatkan potongan harga menjadi Rp 95 ribu dari harga normal hampir Rp 300 ribu.

“Yang nggak punya rekening kartu tani boleh beli, tapi tanpa subsidi,” tambah Singgih. (mel/laz)

Jogja Raya