RADAR JOGJA – Tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan terbukti menjadi salah satu peneyabab penularan Covid-19. Seperti di Kulonprogo, sembilan warga terkonfirmasi positif setelah mengikuti arisan. Para tokoh masyarakat pun tak lepas dari risiko penularan.

Sembilan warga Dusun Tlogolelo, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap terkonfirmasi positif Covid-19. Warga terpapar virus korona saat mengikuti kegiatan arisan yang diikuti warga yang belakangan diketahui positif korona.  “Berdasarkan hasil tracing gugus tugas, penambahan sembilan kasus baru dari Kokap, Sabtu (19/9) berawal dari acara arisan,” Kata Ketua Gugus Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, Senin (21/9).

Dijelaskan, tracing diketahui seorang berusia 64 tahun positif Covid-19 Rabu (9/9). Gugus tugas langsung mendata siapa saja orang yang pernah kontak dengan pria tersebut. Hasilnya ada dua pria dan satu wanita warga Kokap. Ketiganya diketahui positif Covid-19 pada Jumat (11/9).

Hasil tracing, ternyata juga telah menulari tiga anggota keluarga lain yang juga masih memiliki hubungan kekerabatan. Mereka terkonfirmasi positif pada Selasa (15/9). Adapun total warga Dusun Tlogolelo yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 16 orang. Jumlah ini terdiri dari tujuh anggota keluarga pria 64 tahun dan sembilan tetangga yang ikut dalam arisan.

Menurut dia, kasus ini sebagai bukti protokol kesehatan sangat penting untuk dijalankan. Kuat dugaan warga area pedesaan masih menggunakan tradisi jabat tangan. “Bisa saya katakan ini agak ceroboh, berkumpul dalam jumlah yang terbatas seperti arisan sebenarnya boleh saja, tapi cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak tetap wajib dilakukan karena protokol kesehatannya begitu,” ujarnya.

Tapi Fajar mengapresiasi langkah warga Tlogolelo yang telah membantu gugus tugas dalam penanganan kasus ini. Penuh rasa peduli dan bergotong royong warga memenuhi kebutuhan logistik penderita Covid-19 yang kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. “Warga di sana sangat kooperatif, saya apresiasi itu,” ucapnya.

Tingginya intensitas pertemuan, maupun rapat juga yang diperkirakan menyebabkan bendahara pengurus wilayah Muhammadiyah (PWM) DIJ Herry Zudianto (HZ) terkonfirmasi positif Covid-19. Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) membenarkan HZ dinyatakan positif terpapar Covid-19 Kamis (17/9) malam. Saat ini pelacakan masih dilakukan untuk mencari tahu kontak erat. “Sekarang sedang kami tracing. Beliau OTG juga dalam keadaan sehat, Ibu (Dyah Suminar, istri HZ) juga sudah kami swab dan negatif,” katanya di Kantor Kecamatan Keraron Senin (21/9).

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja itu tidak menampik jika Wali Kota Jogja periode 2001-2011 itu bisa terpapar Covid-19 karena termasuk memiliki intensitas pertemuan yang tinggi dilingkungan PWM DIJ. “Saya kira ada intensitas pertemuan juga. Karena beliau kan termasuk bagian dari pengurus PWM Muhammadiyah,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua PWM DIJ, Arif Jamali mengatakan kondisi HZ dalam keadaan sehat dan tengah mengisolasi mandiri di rumahnya. Menurut dia, HZ rutin melakukan swab mandiri setiap bulan atau dua bulan sekali. “Pak HZ itu rutin swab mandiri karena menjaga semuanya. Beliau punya kesadaran sangat tinggi,” katanya.

Dia membenarkan bahwa terdapat tiga pengurus PWM DIJ yang terpapar Covid-19. Termasuk salah satunya adalah HZ. Namun, dia membantah, jika HZ memiliki kontak erat dengan kasus pertama Direktur Utama PKU Gamping yang terkonfirmasi positif pada Sabtu (12/9) maupun kasus kedua yang muncul Selasa (15/9). Terakhir adalah kasus ketiga HZ yang keluar Kamis (17/9).

Menurut dia, sejak Agustus PWM DIJ telah memutuskan langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19 salah satunya dengan menghindari kegiatan tatap muka. Semua kegiatan seperti pengajian, rapat, kegiatan organisasi, koordinasi, maupun konsolidasi yang lain dialihkan melalui daring. “Kalau kantor memang sudah tidak ada aktifitas sejak lama. Hanya kantor layanan administratif tetap buka dengan protokol ketat,” tambahnya.

HZ sendiri ketika dikonfirmasi melalui layanan WhatsApp mengakui dirinya kini sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Mantan Ketua PMI DIJ itu mengaku tidak memiliki keluhan apapun. Bahkan saat isolasi mandiri tetap berolahraga seperti biasa di kamarnya. “Alhamdulillah makan sate kambing muda tetap enak,” ujarnya. Dia pun meminta didoakan semoga lekas pulih,”Insyaallah roso-roso, doakan ya.” (tom/wia/pra)

Jogja Raya