RADAR JOGJA – Wali Kota Jogja Herry Zudianto (HZ) periode 2001-2011 terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pria yang juga menjabat bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIJ ini tergolong asimptomatik. Sehingga memutuskan untuk isolasi mandiri.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi membenarkan kabar tersebut. HZ, lanjutnya, telah menjalani isolasi mandiri. Walau begitu Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja ini enggan membeberkan informasi awal mula terkena Covid-19.

“Benar pak Herry positif Covid-19. Tapi merupakan orang tanpa gejala (OTG) dan saat ini tengah menjalani isolasi mandiri,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (21/9).

Wakil Ketua PWM DIJ Arif Jamali Muis turut membenarkan kabar tersebut. Selain HZ ada dua lagi pimpinan PWM DIJ yang positif Covid-19. Yakni Wakil Ketua PWM DIJ Isnawan dan Wakil Bendahara Dede Haris Sumarno. Ketiganya telah menjalani rawat isolasi Covid-19.

Dalam kesempatan ini, Arif meluruskan kabar yang beredar bahwa ketiga petinggi PWM ini tertular Direktur Utama Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Ahmad Faesol. Dia memastikan ketiga pimpinan tak terkait kasus sang direktur.

“Belum tentu dari pak Faesol, karena setahu saya pak HZ tidak kontak dengan beliau (Faesol). Tiga orang tidak saling berkaitan kasusnya,” katanya. 

Arif memastikan penutupan kantor PWM DIJ tak terkait kasus terbaru. Operasional kantor, lanjutnya, berlangsung secara daring. Kebijakan ini ditempuh pasca salah satu anggota IMM terkonfirmasi positif Covid-19.

Anggota IMM ini diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 asimptomatik. Penutupan kantor merupakan evaluasi Satgas Covid-19 PWM DIJ. Hasil penelusuran menyebutkan adanya riwayat perjalanan dari jakarta. 

“Awalnya sempat rapid tes di Jakarta tapi hasilnya non reaktif. Sesampainya di Jogjakarta rapid lagi dan hasilnya reaktif. Lanjut swab ternyata positif. Sempat isolasi mandiri di rumah sakit lapangan Bantul, tapi sudah sembuh,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Raya