RADAR JOGJA – Yogyakarta Emergency Service (YES) 118, yang kini berubah nama menjadi Public Safety Centre (PSC) 119 YES, memudahkan masyarakat dalam melaporkan kedaruratan di wilayahnya. Meski pada awalnya banyak yang mencomooh. Tapi kini layanan serupa sudah direplikasi di DIJ dan luar DIJ.

Hal itu tidak lepas dari peran. Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Jogja Tri Mardaya. Dikenal memiliki banyak ide gagasan dan inovasi pelayanan yang sudah dijalankan Dinkes Kota Jogja diusulkan maju dalam ajang ASN Inspiratif 2020 yang digelar Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Selain YES 118, sewaktu masih menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diskes Kota Jogja, juga memiliki gagasan terkait buku panduan pengobatan, layanan psikolog di puskesmas, rumah sehat lansia (Rusela) serta sistem kelurahan siaga gerakan masyarakat sehat (Si Kesi Gemes). “Saya tidak mungkin bisa bekerja sendiri, ini karena keterlibatan banyak pihak dan OPD (organisasi perangkat daerah) lain,” katanya saat Konferensi Pers di Kantor Diskominfosan Komplek Balai Kota belum lama ini.

Diakuinya, salah satu gagasan inovasi yang membutuhkan perjuangan panjang dan memiliki sejarah penting yakni ketika membangun sistem YES 118. Dia mengisahkan, berawal ketika 2006 silam, terdapat bidan praktek yang mengeluh karena kesulitan mengevakuasi pasien ke rumah sakit terdekat yang memiliki jarak tidak lebih dari dua kilometer. Dari pihak rumah sakit baru bisa mengirim ambulans dua jam setelah laporan itu masuk. Terpaksa, bidan tersebut membawa pasiennya sendiri dengan keadaan seadanya agar segera tertangani. “Dari situ saya punya pemikiran pasti belum ada sistemnya. Saya buat sistem gagasan layanan gawat darurat seperti 911 di Amerika,” ujarnya.

Namun, gagasan tersebut juga tidak berjalan mulus. Pada waktu pertama mengutarakan gagasan ini banyak pihak dan kolega yang mencemoohnya. Diakuinya, memang sulit, karena pada waktu itu daerah lain di Indonesia belum ada yang menerapkan. “Waktu itu dibilang saya mimpi, tapi kami memang harus bisa bermimpi,” ucapnya.

Setelah berdiskusi dengan beberapa pakar dari UGM Jogja, maka dua tahun berselang YES 118 dapat diwujudkan. Tepatnya 2008 lalu. Bahkan dipayungi Perwal Kota Jogja 45/2008 tentang Pembentukan Emergency Medical Services System (EMSS) di wilayah Kota Jogja. Terlebih, saat itu menjadi percontohan sistem layanan kegawatdaruratan dari berbagai daerah. Dan masuk Top 99 Layanan Publik. “Dijamin aksesnya 24 jam, waktu itu belum punya dokter hanya perawat, sopir dan operator,” kenangnya.

Bahkan kini layanan serupa sudah diterapkan di semua kabupaten di DIJ, Bantul, Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo. Bahkan, daerah luar seperti Semarang, hingga daerah di Sumatera dan Kalimantan lebih dulu datang belajar tentang layanan publik tersebut ke Kota Jogja. Terlebih, pemerintah pusat belajar sistem layanan kegawatdaruratan yang digagasnya itu ke Jogja sekitar 2010-2011. Hingga menjadi pilar terbentuknya PSC 119 yang digulirkan oleh pemerintah pusat. “Bagi saya bukan menang atau kalahnya. Tapi yang penting program ini punya daya ungkit, bermanfaat terhadap pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya yang menyebut gagasan Rusela mampu meraih 33 Inovasi Terbaik, serta Si Kesi Gemes meraih layanan Germas di tatanan kota terbaik di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Analis Kebijakan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Kantoro menambahkan anugerah ASN itu terbuka bagi seluruh jajaran ASN baik OPD secara langsung maupun ASN secara personal. Bisa secara mandiri mengusulkan ke Kemenpan RB, sesama ASN maupun organisasi profesi dan kalangan usaha. “Setelah ada informasi ini, saya banyak ingat dengan Pak Tri tentang prestasi beliau kami coba inventarisir. Ada tiga kriteria salah satu yang masuk adalah ASN inspiratif. Langsung sya ajukan ke internal dinas, BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan) dan akhirnya disetujui Bapak Wali Kota,” katanya.

Tahap seleksi yaitu seleksi analis, seleksi kedua dan ketiga. Dimana seleksi kedua dan ketiga terdapat bermacam-macam metode yaitu melalui sosial media. Antara lain instagram, youtube, dan facebook. Menurut dia, sekarang tinggal seleksi administrasi dan seleksi dukungan. Dirinya minta bantuan dukungan masyarakat dengan membuka channel youtube Pemkot Jogja. “Ada judul ASN inspiratif. Tolong subscribe youtube-nya, like, komentar yang membangun dan share,” ajaknya. (**/wia/pra)

Jogja Raya