RADAR JOGJA – Upaya pelacakan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Malioboro mulai menunjukan titik terang. Pasien ini adalah laki-laki berusia 47 tahun. Berjualan di zona 3 tepatnya sebagai penjual perhiasan dan aksesoris. Upaya tracing dan tracking kasus masih berlanjut. Menyasar kontak erat interaksi maupun lingkungan. Baik di kawasan Malioboro maupun lingkungan tempat tinggal.

“Ternyata lokasi berjualan pasien kasus baru ini tak jauh dari kasus yang lama. Masih di zona 3 dan berjualan perhiasan aksesoris,” jelas Ketua Satgas

Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi, Jumat (18/9).
Sayangnya belum diketahui kontak terakhir berjualan. Langkah antisipasi diambil dengan meliburkan beberapa pedagang. Tepatnya yang bertetangga dengan lapak milik pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Jajarannya juga tengah melacak kontak tracing dengan kasus awal. Terlebih lokasi berjualan masih dalam satu zona. Walau begitu belum bisa dipastikan keterkaitan antara kedua kasus ini.

“Ini masih belum ketemu koneksinya, jaraknya antara kasus ini dan kasus pertama (4/9) belum tahu juga kami. Tapi masih terus dilacak,” kata pria yang juga menjabat Wakil Wali Kota Jogja ini.

Total hingga saat ini ada 11 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Malioboro. Detilnya adalah 10 kasus awal dan 1 kasus baru. Salah satunya telah meninggal, tepatnya pasien kasus awal.

Kawasan Malioboro menjadi salah satu fokus perhatian Satgas Covid-19. Sebagai pusat destinasi wisata, titik ini masih kerap ditemui pelanggaran protokol Covid-19. Khususnya dalam menggunakan masker.

“Benar masih ada ditemui pelanggaran di Malioboro. Tindakan yang kami lakukan baru sebatas menegur,” ujar Kasatgas Banops Operasi Yustisi Polresta Jogja Kompol Widya Mustika.

Timnya rutin menggelar operasi penegakan protokol Covid-19. Media yang digunakan mulai dari patroli sepeda, patroli jalan kaki, patroli sepeda motor hingga patroli segway. Titik utama adalah sepanjang Tugu Pal Putih hingga Kraton Jogja.

Polwan yang juga menjabat Kabagren Polresta Jogja ini berharap warga patuh protokol Covid-19. Kebijakan ini bukan semata aturan dari pemerintah. Lebih jauh aturan baku ini juga demi kebaikan bersama.

“Dimohon kesadaran masyarakat untuk selalu mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan dimanapun berada. Untuk menjaga kesehatan diri, keluarga dan orang lain, serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pesannya.(dwi/tif)

Jogja Raya