RADAR JOGJA – Kota Jogja mengalami penambahan 13 kasus baru terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Enam di antaranya adalah ibu hamil. Terungkapnya temuan kasus ini berawal dari tracing kasus dan pemeriksaan sebelum kontrol kesehatan.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menjelaskan detil temuan kasus ibu hamil. Setiap ibu hamil, lanjutnya, diwajibkan menjalani rapid diagnostic test (RDT). Terutama saat akan memeriksan diri ke pusat pelayanan kesehatan setempat.

“Setiap ibu hamil selalu di swab sebelum periksa dan hasilnya ada temuan enam kasus. Semuanya tergolong asimptomatik sehingga menjalani isolasi mandiri,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis malam (10/9).

Pemeriksaan kesehatan ibu hamil menyasar usia kehamilan 38 Minggu. Awal pemetaan ini mampu menjaring 12 ibu hamil. Dari hasil tersebutlah diketahui ada enam ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19.

Heroe tak menampik bahwa ibu hamil memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19 karena tubuh mengalami perubahan hormon dan fungsi sistem kekebalan tubuh.

“Karena harus melindungi dua tubuh, sehingga ibu hamil lebih berisiko terserang infeksi. Saat ini masih tracing untuk lingkup kontak eratnya,” katanya.

Persyaratan uji swab PCR merupakan syarat wajib. Heroe mengimbau agar keluarga lebih memperhatikan kesehatan para ibu hamil. Termasuk melakukan uji swab PCR di usia kehamilan 38 hingga 39 Minggu.

“Artinya mungkin 10 hari sebelumnya harus sudah mulai swab. Tergantung dari prediksi dokternya kapan hari lahirnya,” ujarnya.

Penambahan kasus terbaru juga terdapat klaster Soto Lamongan. Setidaknya ada dua pasien yang tergolong sebagai klaster tersebut. Sehingga akumulasi kasus klaster Soto Lamongan mencapai 25 kasus.

Sebaran kasus hari ini memiliki beragam karakteristik. Termasuk adanya riwayat pekerjaan luar kota. Tepatnya berasal dari Jakarta, Magelang dan Semarang. Selanjutnya terjadi penularan kepada kontak erat di sekelingnya.

“Tidak ada penambahan kasus dari kasus Kotabaru atau Danurejan. Ini karena uji swab dari kedua kasus ini belum keluar,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Raya