RADAR JOGJA – Pendisiplinan protokol Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak hanya dalam penindakan. Upaya preventif dan preemtif masih berlangsung setiap harinya. Langkah ini sebagai wujud edukasi dan kesadaran bersama atas berjalannya protokol kesehatan ini.

Keterlibatan tokoh masyarakat merupakan salah satu kunci. Untuk selanjutnya melakukan edukasi kepada lingkungan masing-masing. Tentunya dengan mengadaptasi pendekatan yang cocok.

“Langkah paling gampang untuk cegah pandemi itu dengan menerapkan protokol secara disiplin. Dilakukan bersama termasuk elemen masyarakat. Supaya nanti mereka ikut kampanyekan penggunaan masker ini,” jelas Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto ditemui di kawasan Malioboro, Kamis pagi (10/9).

Kampanye protokol ini bukanlah kali pertama. Walau begitu Yuliyanto menegaskan kampanye wajib berulang. Terlebih tujuannya untuk mendisiplinkan protokol Covid-19.

Perwira menengah tiga melati ini tak menampik pendisiplinan protokol tidaklah mudah. Mulai dari menggunakan masker, cuci tangan hingga tidak berkerumun. Bahkan pelanggaran masih kerap ditemukan di tempat publik.

“Hari ini kami membagikan 200 ribu masker di kawasan Malioboro. Merupakan gerakan serentak di seluruh Indonesia. Utamanya adalah menggiatkan pengguna masker dalam aktivitas harian,” katanya.

Kampanye kali ini turut melibatkan tokoh pewayangan. Mulai dari Gatotkaca hingga Punakawan. Gatotkaca digambarkan melawan dua monster Covid-19.

Kapolres Sleman medio 2016 ini menuturkan pemilihan tokoh pewayangan memiliki alasan tersendiri. Sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk disiplin protokol Covid-19. Tentunya dengan diselipkan wujud kearifan lokal.

“Bentuk kampanye, saat dilihat maka orang ingat betapa pentingnya masker. Siapapun harus pakai (masker) bahkan wayang orang harus pakai masker,” tegasnya.

Pemilihan kawasan Malioboro karena ramainya pengunjung di wilayah ini. Sebagai salah satu ikon destinasi wisata, ribuan orang hilir mudik di kawasan tersebut. Sehingga menjadi potensi persebaran Covid-19.

Tak hanya pembagian masker, aksi ini juga dibarengi disinfeksi. Tepatnya oleh Sat Brimob Polda DIJ. Menyusuri kawasan pedestrian sisi barat dan timur Malioboro. Dilakukan dari ujung utara hingga sisi selatan Malioboro.

Disinfeksi, lanjutnya, sebagai upaya pencegahan persebaran kasus. Terlebih ada satu pedagang Malioboro terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan sosok ini telah meninggal dunia diawal pekan September.

“Ada kasus di Malioboro dan ini (disinfeksi) selalu dilakukan sebagai wujud pencegahan. Ke depan tidak hanya Malioboro tapi juga titik-titik lainnya,” ujarnya. (dwi/ila)

Jogja Raya