RADAR JOGJA – Sepuluh bidang tanah milik Keraton Jogja atau Sultan Ground (SG) yang ada di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, diperkirakan akan  terdampak pembangunan tol Jogja-Solo. Ke-10 bidang tanah SG itu memliki luas sekitar 4,9 hektare.

Pj Kades Tamanmartani Joko Susilo menjelaskan, 10 bidang tanah itu kini masih difungsikan sebagai persawahan dan bangunan SD Tamanan 2. Jika memungkinkan nantinya tanah pengganti akan dicarikan. “Ganti untung nanti masuk kas kalurahan,” jelasnya Selasa (8/9). Sementara untuk tanah yang digunakan sebagai bangunan sekolah, pihak sekolah memilih untuk taat pada keputusan pemerintah.

Joko menambahkan, saat ini di Tamanmartani tidak lagi memiliki persoalan. Terlebih berkaitan penggunaan tanah hak milik maupun tanah desa untuk proyek tol. “Karena sudah memberikan persetujuan dengan melalui berita acara,” katanya.

Soal tahapan proyek ini yang sedianya memasuki ganti untung di Kalurahan Tamanmartani, Joko mengaku tahapan itu masih berupa perencanaan. Hal ini karena pada Kamis (10/9) mendatang pematokan baru akan dilakukan di Kalurahan Tamanmartani, yang kemudian ditindaklanjuti pengukuran dan appraisal.

Di Tamanmartani setidaknya ada 149 warga terdampak pembangunan tol. Meskipun demikian, hingga saat ini nominal keseluruhan ganti untung untuk lahan itu masih belum diketahui. “Kalau klir dan sesuai persyaratan, nanti baru proses pembayaran,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana (Dinas Pertanahan dan Tata Ruang) DIJ Krido Suprayitno mengungkapkan, ia belum bisa memastikan lokasi serta berapa luasan SG yang terdampak pembangunan tol. Meski demikian, nantinya SG yang ikut terdampak juga akan mendapatkan ganti untung sama seperti tanah yang berstatus hak milik.

“Nanti tanah SG terdampak tol Jogja-Solo juga akan mendapat ganti untung. Sebab, pembebasan lahan tol Jogja-Solo bukan proses jual beli, melainkan pelepasan,” jelas Krido. (eno/laz)

Jogja Raya