RADAR JOGJA – Meskipun kegiatan perkuliahan masih akan dilakukan secara daring, ujian sidang di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) tetap dilakukan tatap muka. Dengan memastikan protokol kesehatan dijalankan secara ketat.

Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 UPNVY Eko Teguh Paripurno menjelaskan, ujian pendadaran masih bisa dilakukan secara daring atau luring. Sementara untuk perkuliahan biasa, akan tetap dilakukan secara daring karena melibatkan banyak mahasiswa.

Tatap muka saat sidang bisa dilakukan karena waktu ujian tergolong tentatif. Sehingga bisa dipilih dan disesuaikan situasi dan kondisi mahasiswa serta dosen pembimbing. “Bisa dilakukan secara daring atau luring sesuai protokol kesehatan yang berlaku secara ketat. Prinsipnya melakukan adaptasi kebiasaan baru,” jelas Eko Senin (7/9).

Sementara Kasubbag Humas dan Kerjasama UPNVY Markus Kusnardijanto mengaku, saat ini Fakultas Teknologi Mineral masih di- lockdown sementara waktu untuk keperluan sterilisasi. Hal ini karena sebelumnya ada mahasiswa yang diketahui positif Covid-19 usai melakukan ujian tesis secara luring di kampus 31 Agustus lalu.

Mengantisipasi hal serupa, pihak kampus mulai memperketat protokol kesehatan. Terlebih bagi mahasiswa yang akan melakukan ujian sidang, lebih baik membawa hasil rapid test maupun swab. “Tentunya untuk mengantisipasi dan menjaga aman semuanya, paling tidak tes rapid,” kata Markus.

Sementara untuk perkuliahan, Markus mengaku UPNVY akan terus melakukan kuliah secara daring. Terlebih, semester gasal baru akan dimulai pada 28 September mendatang. Sembari melihat situasi dan kondisi selama masa pandemi, serta menunggu instruksi lanjutan dari Kemendikbud.

Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani menuturkan, perkuliahan di UGM hingga Desember masih akan dilakukan secara daring. “Semester ini masih daring. Belum ada informasi untuk luring. Kecuali nanti ada informasi senjutnya terkait perubahan,” katanya.

Meskipun demikkan, mahasiswa diberikan izin untuk datang ke kampus jika dirasa perlu. Seperti mahasiswa koas maupun mahasiswa yang melakukan praktikum di laboratorium. “Tentunya dengan izin dari kampus. Di laboratorium juga mahasiswa dibatasi agar tidak ada kerumunan,” tambahnya.

Yang Penting Tegakkan Prokes

Lantaran pandemi Covid-19, para mahasiswa masih melakukan perkuliahan secara daring. Setelah beberapa lama berjalan, kuliah tatap muka direncanakan akan mulai Desember mendatang.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo tidak mempersoalkan. “Saya tidak keberatan dengan hal tersebut, asalkan syarat protokol kesehatan (prokes) tetap dilakukan sesuai prosedur,”  katanya saat dikonfirmasi.

Prinsipnya, dia tetap mengacu pada Surat Edaran Nomor 443/01352 Tahun 2020 tentang Panduan Penerimaan Kedatangan Mahasiswa dari Luar Daerah. “Jadi, semua mahasiswa luar daerah yang mau datang ke Jogjakarta khususnya Sleman, harus membawa surat keterangan sehat,”  tegas dia.

Dilanjutkan, jika mahasiswa itu datang dari daerah PSBB atau daerah merah, harus membawa hasil swab test. Kemudian ketika sudah sampai di Sleman, mereka harus dikarantina selama 14 hari. “Atau melakukan swab test ulang,” lanjut Joko. (eno/cr1/laz)

Jogja Raya