RADAR JOGJA – Kampus-kampus di DIJ masih akan terus melakukan perkuliahan dalam jaringan (daring). Diprediksi, kombinasi pembelajaran secara daring maupun luar jaringan (luring) akan dilakukan selama satu tahun ke depan.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) DIJ Fathul Wahid menjelaskan, kombinasi pembelajaran luring dan daring untuk tahun depan dianggap palihan bijak. Dengan catatan, keterlibatan semua pihak, termasuk orang tua dari mahasiswa, tidak merasa keberatan.

Selain itu penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat harus ditegakkan saat melakukan perkuliahan luring. “Luring 100 persen bayangan saya tahun depan,” jelas Fathul Senin (7/9).

Ia mengatakan, sebenarnya sudah ada kampus yang menerapkan perkuliahan luring. Namun diikuti dengan mitigasi yang sangat ketat. Perkuliahan tatap muka itu juga dikhususkan untuk program studi tertentu, seperti pendidikan profesi. Mengingat pendidikan profesi tidak bisa digantikan secara daring. “Atau keterampilan medis yang tidak bisa digantikan,” tambah rektor Universitas Islam Indonesia (UII) ini.

Menurut Fathul, hal itu juga dilakukan di UII. Seperti halnya praktikum di laboratorium, mahasiswa sudah diizinkan untuk datang. Namun untuk kuliah dengan pemberian teori, belum akan diizinkan sampai kondisi pandemi korona membaik.

Untuk kampus-kampus yang akan memulai kuliah tatap muka, haruslah mengatur pembagian shift, pengaturan kapasitas ruangan, hingga protokol kesehatan. Sampai saat ini, ia belum memiliki data kampus swasta yang siap melakukan pembelajaran luring.

“Kalau UII sudah persiapkan protokol khusus, misal apoteker, arsitek sudah persiapkan khusus seperti menyusun ulang studionya, jaga jarak, dan lain-lain sudah siapkan,” kata Fathul.

Ia khawatir jika penerapan kuliah tatap muka dilakukan secara bersamaan akan menimbulkan risiko cukup besar. Hal ini karena 70 persen mahasiswa di DIJ berasal dari luar daerah. “Kami membuat rencana, tapi tetap memantau perkembangan. Kalau ada perubahan drastis, ya kita percepat (luring),” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat UII Ratna Permata Sari mengaku, surat edaran rektor terbaru, UII memperpanjang masa pembelajaran daring. Waktu yang ditetapkan hingga akhir semester ganjil tahun akademik 2020/2021 yakni pada Februari 2021. Sedangkan untuk perkuliahan yang akan dimulai September, masih akan terus dilakukan secara daring.

Selepas berakhirnya perpanjangan waktu perkuliahan daring pada Februari, Ratna belum bisa memastikan. Apakah nantinya perkuliahan akan dilakukan secara daring atau luring. “Hingga saat ini belum bisa memastikan,” kata Ratna. (eno/laz)

Jogja Raya