RADAR JOGJA – Pasien Klaster Soto Lamongan terus bertambah. Data terbaru ada empat pelanggan terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Akumulasi kasus positif pada klaster ini menjadi 20 kasus. 

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menuturkan penambahan terjadi pasca terbitnya hasil uji swab PCR. Upaya tracing menyasar 15 pelanggan warung soto yang berlokasi Utara XT Square Umbulharjo ini.

“Kasus soto Lamongan, ada empat  penambahan kasus dari pembeli. Di antara pembeli, ada yang hanya beli dan makan di rumah dan terpapar positif. Selebihnya juga ada yang makan disana,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa malam (8/9).

Terkait penularan, pihaknya menduga penularan terjadi melalui benda-benda sekitar warung. Mulai dari meja hingga gelas dan mangkok. Terutama yang tersentuh oleh pedagang maupun pembeli. 

“Bahkan plastik pembungkus soto yang dimakan di rumah juga berpotensi. Maka protokol Covid-19 di rumah makan, warung resto dan kafe juga harus memperhatikan peralatan yang bisa saling disentuh bergantian,” katanya.

Upaya tracing terhadap klaster Soto Lamongan masih berlangsung. Menyasar pihak keluarga pedagang hingga pelanggan Soto Lamongan yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien awal.

Dari total pelanggan tersebut ada yang berasal dari Kabupaten Bantul. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul. Sebagai wujud tracing kasus secara mendalam.

“Jadi lima pelanggan itu, dua dari Kotagede, satu dari Bantul dan dua ASN teknis. Kalau yang ASN, satu diantaranya tenaga teknis Balaikota (Pemkot Jogja),” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Raya