RADAR JOGJA – Cabang olahraga (cabor) pemusatan latihan daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) DIJ bakal segera melakoni latihan normal dalam waktu dekat ini. Jika sesuai rencana, beberapa venue olahraga akan dibuka kembali pertengahan bulan ini. Hal itu menyusul audiensi yang dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ dengan Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji Kamis (3/9).

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto menjelaskan, dalam audiensi itu pihaknya mengajukan permohonan agar sarana prasarana milik Pemprov DIJ bisa segera dibuka. Sebab, hal itu terkait dengan kesiapan atlet untuk menuju ke berbagai event. Terutama untuk persiapan PON tahun depan.

“Inti dari audiensi ini bahwa kami meminta izin untuk mulai latihan. Kami latihan di luar secara terbatas, yang dimulai dari para atlet dulu,” ujar Djoko.

Djoko mengatakan dalam pertemuan kemarin pemprov menyepakati dan mengizinkan asal kegiatan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Selain itu, Pemprov DIJ juga menyarankan dalam skala kecil KONI DIJ dapat membentuk tim gugus Covid-19.

Dijelaskan, tim gugus Covid-19 nantinya bertugas mengawasi setiap kegiatan KONI DIJ beserta perangkat agar selalu mematuhi prokes Covid-19. Sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran terjadi klaster baru yang berasal dari lingkungan olahraga.

“Kami akan mencoba mulai, meskipun tanggap darurat Covid-19 di DIJ diperpanjang. Yang jelas kami tetap mematuhi kebijakan itu, tentu dengan persiapan untuk adaptasi kebiasaan baru dengan prokes yang ketat,” ucap Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.

Di sisi lain, KONI DIJ memang menargetkan pertengahan September ini fasilitas olahraga milik Pemprov DIJ dapat kembali digunakan. Seperti kompleks Mandala Krida baru, Lapangan Kenari, GOR Amongrogo, hingga GOR Kridosono. Selain Puslatda, venue juga diperuntukkan untuk Puslatkot dan Puslatkab sebagai persiapan Porda.

“Tapi kalau memungkinkan nanti bisa lebih awal pas momentum Haornas tanggal 9 September. Tapi ya sekali lagi kami mulai dari para atlet dulu yang dapat terkontrol dengan baik,” kata Djoko.

Kendati begitu, keputusan akhir tetap bergantung kepada Pemprov DIJ. Sebab, pemprov juga masih menunggu sejumlah perangkat yang diperlukan, seperti wastafel, thermo gun dan lain-lain.

Rencana dibukanya sejumlah venue, setidaknya menjadi angin segar bagi cabor Puslatda DIJ. Sebab, sudah lima bulan lebih para atlet diimbau untuk berlatih mandiri selama pandemi Covid-19. Kabar itu pun disambut antusias oleh Puslatda panjat tebing DIJ.

Pelatih panjat tebing DIJ Sultoni Sulaiman mengaku senang dan tak sabar untuk kembali menggunakan papan panjat di kompleks Mandala Krida. “Alhamdulillah kalau akan segera dibuka. Soalnya kami latihan di nomor speed world record (WR) cuma di Mandala Krida yang paling efektif,” bebernya. (ard/laz)

Jogja Raya