RADAR JOGJA – Kontestasi pilkada 2020 di DIJ, kemungkinan besar akan diikuti sembilan paslon. Penentuannya baru diketahui hari ini hingga Minggu (4-6/9) nanti. Saat pendaftaran paslon. Mayoritas paslon memilih akan mendaftar di hari pertama, hari ini (4/9).

Pelaksanaan pilkada di DIJ, digelar di Sleman, Bantul dan Gunungkidul. Di Sleman akan diikuti tiga pasangan calon (paslon) yang diusung parpol. Yaitu Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa yang diusung PDI Perjuangan dan PAN. Partai Gerindra, PKB dan PPP mengusung Danang Wicaksana Sulistya dan Agus Cholik. Partai Golkar, Nasdem dan PKS mengusung Sri Muslimatun dan Amin Purnama.

Sedang di Bantul menghadirkan head to head petahana. Suharsono – Totok Sudarto (NoTo) diusung Partai Gerindra, PKS, Nasdem, Golkar dan PPP. Sedang Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo (AHM-JP)diusung PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PKB, serta dua parpol non DPRD, PSI dan Partai Gelora. Dua parpol yang memiliki kursi di DPRD Bantul, PAN dan PBB arah dukungannya baru diketahui seusai pendaftaran.

DI Gunungkidul, sudah empat paslon yang deklarasi. Yaitu Bambang Wisnu Handoyo dan Benyamin Sudarmadi (BWH-BS) yang diusung PDI Perjuangan. Kemudian wakil bupati Immawan Wahyudi yang maju bersama Martanty Soenar Dewi yang diusung Partai Nasdem. Ada pula Siutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widianto yang diudung PAN, PKS, Gerindra dan Demokrat. Yang terakhir Sunaryanta-Heri Susanto yang diusung Partai Golkar dan PKB.

Kapan para paslon akan mendaftarkan diri? Kustini – Danang Maharsa, sesuai dengan intruksi partai PDI Perjuangan akan daftar ke KPU hari ini (4/9) pukul 13.00. “Yang datang mungkin paslon, ketua dan sekretaris partai, keluarga mungkin, bapak ibu istri,” kata Danang Maharsa, Kamis (3/9).

Untuk persiapan, syarat sudah lengkap. Tinggal beberapa saja yang belum karena ada intruksi mendadak. “Kayak swab kemarin baru dua hari lalu infonya,” ungkap dia.

Sementara, paslon Danang Wicaksana-Agus Kholik saat dikonfirmasi belum memastikan kapan mendaftar. Tetapi untuk persyaratan sudah siap dan lengkap. “Tinggal waktunya masih menunggu yang tepat . Untuk rapid test juga belum, kemungkinan besok. Untuk mau daftar seperti apa belum di konsep, baru mau dibicarakan,” katanya.

Selain kedua paslon tersebut, Sri Muslimatun – Amin Purnama juga telah mempersiapkan syarat dan siap mendaftar pada Jumat (4/9) pukul 09.00. “Rencana besok yang datang partai pengususng komplit,” papar Amin. Rencananya, saat mendaftar, paslon tersebut akan jalan kaki dari kantor Partai Golkar ke KPU Sleman. “Itu baru kemungkinan. Tidak mengerahkan masa yang penting bisa datang ke KPU,” ujarnya.

Sementara di Bantul, dua paslon juga menyatakan akan mendaftar hari ini. Ketua Tim Sukses Pemenangan AHM-JP Subhan Nawwawi mengatakan, sengaja mendaftar ke KPU Bantul pada hari pertama. Alasannya, hal itu merupakan intruksi DPP. Terutama DPP PDI Perjuangan.”Alasan lainnya karena Jumat adalah hari yang baik,” kata sekretaris DPC PKB Bantul ini sambil menyebut ada 200 orang yang akan ikut mengawal pendaftaran AHM-JP.

Lain halnya dengan kubu Noto. Ketua Tim Sukses Pemenangan Noto Arif Iskandar menegaskan, pemilihan hari pertama untuk menunjukkan bahwa pasangan Noto telah siap berkontestasi. “Seluruh persiapan sudah komplet semua. Jadi, ya, kami pilih hari pertama, pagi pukul 08.00,” jelasnya.

Di Gunungkidul, sama dengan paslon yang diusung PDI Perjuangan lainnya, BWH-BS akan mendaftar hari ini. “Pasangan cabup-cawabup secara serentak se – Indonesia akan mendaftar ke KPU besok (hari ini) pukul 13.30,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.

Sekretaris DPW Nasdem DIJ, Suharno mengatakan, rencananya paslon Immawan Wahyudi – Martanty Soenar Dewi mendaftar ke KPU pada Sabtu (5/9). “Sekitar pukul 14.00 peserta naik sepeda menuju KPU,” kata Suharno.

Sementara itu, tim paslon Sunaryanta dan Heri Susanto yang memastikan, akan melakukan pendaftaran pada Minggu (5/9). “Start dari Nglipar. Pak Sunaryanta lari menuju KPU diikuti relawan dan pendukung,” kata tim pemenangan Sunaryanta dan Heri, Slamet. Sedang tim paslon Wibawa-Mahmud Ardi Widianto belum bisa dikonformasi kapan akan mendaftarkan diri. (cr1/gun/zam/pra)

Jogja Raya