RADAR JOGJA – SEJUMLAH cabor Puslatda DIJ terus mematangkan persiapan untuk menghadapi PON XX Papua 2121 mendatang. Hanya saja, latihan dilakukan dengan beberapa perubahan karena pandemi Covid-19. Hal itu seperti yang dilakukan tim polo air dan rugby DIJ.

Pelatih Polo Air DIJ Muhammad Ardhi Lazuardi membeberkan, sejauh ini timnya tetap berlatih intensif di kolam renang Depok Sport Center (DSC), Seturan. Karena masih dalam situasi pandemi, latihan dilakukan dengan memerhatikan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Bahkan tim pelatih juga mengurangi porsi latihan.

“Jadwalnya kami kurangi menjadi tiga kali seminggu, Senin, Rabu, dan Jumat. Mulai latihan di kolam sejak Juli, tapi atlet kami batasi jam latihannya untuk mengurangi kerumunan,” ujarnya.

Ardhi menjelaskan latihan masih dalam tahap persiapan umum karena keterbatasan biaya sewa kolam. Sehingga hal itu membuat tim polo air tidak bisa menjalankan program latihan teknik. Seperti passing, shooting, dan game. “Anak-anak hanya membayar biaya masuk sesuai tiket kolam renang. Jadi tidak blok kolam latihan seperti biasanya,”  kata pelatih 41 tahun itu. Meski begitu, untuk mengurangi kejenuhan latihan saat pandemi Ardhi selalu memberikan variasi latihan kepada anak didiknya.

GIAT BERLATIH: Tim Puslatda  rugby DIJ saat menjalani latihan di tengah pandemi.( ISTIMEWA )

Dikatakan, saat ini stamina para atlet dalam kondisi yang cukup baik. Namun masih banyak PR yang harus dibenahi, utamanya dalam teknik bola, kerja sama tim, teknik shooting, hingga game. “Masih ada waktu untuk dibenahi, sambil menunggu bantuan KONI DIJ untuk sewa kolam latihan. Supaya kami bisa blok kolam bagian tengah untuk memasang gawang agar tim bisa latihan teknik,”  tandas Ardhi.

Berbeda dengan polo air, tim rugby DIJ saat ini masih memberlakukan latihan mandiri di rumah masing-masing. Pelatih Rugby DIJ Abdul Mahfudin menjelaskan, selama pandemi dirinya hanya memberikan materi latihan yang berfokus pada pertahanan kondisi fisik atlet. Terutama yang berkaitan untuk persiapan umum. “Latihan kami kelompokkan dalam empat grup (dua putra dan dua putri) untuk memudahkan memberikan treatment latihan berdasar kemampuan hasil tes fisik,” bebernya.

Nah, untuk mengatasi kejenuhan latihan Abdul juga kerap memberikan materi latihan yang bervariasi. Satu di antaranya yakni memberikan jadwal online course bagi semua atlet setiap minggunya. Sehingga mereka bisa berdiskusi dan berinteraksi satu sama lain.

Di sisi lain Abdul menyebut kondisi fisik para atlet masih tetap terjaga. Termasuk performa atlet juga cukup bervariasi. Artinya ada yang mengalami peningkatan VO2 Max, ada juga yang tetap. “Beberapa ada yang mengalami penurunan tetapi masih terkontrol. Atlet memang sudah tidak sabar untuk latihan bersama, tapi kami tetap menunggu instruksi dari pihak terkait,” ucap Abdul.

Sebagai informasi, saat ini ada 141 atlet dan 54 pelatih tergabung dalam Puslatda PON DIJ. Mereka terbagi dalam 19 cabor yang ditargetkan mendapatkan 11 medali emas dalam ajang multievent empat tahunan itu. (ard/laz)

Jogja Raya