RADAR JOGJA – Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Gunawan menjelaskan, tahun 2019 lalu terjadi kekeringan yang cukup parah. Terdapat 39 desa di 11 kecamatan yang terdampak. Akibatnya, mereka mengandalkan bantuan pasokan air bersih. “Total sampai Desember 408 tangki,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Edi Susanto mengatakan, selain memastikan pasokan air selalu tersedia, pihaknya sedang mengupayakan solusi jangka menengah. “Ini perintah pak bupati jangan mencari solusi jangka pendek saja. Harus cari solusi jangka menengah,” katanya.

Ia menyebut di Kajoran pihaknya selesai dengan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Daerah lain seperti Kenalan juga dilakukan upaya pengeboran. Terbukti dengan upaya itu ketergantungan terhadap pasokan air dari BPBD dapat berkurang.

Namun Edi menjelaskan, pengeboran sebenarnya merupakan upaya terakhir. Air tanah tetap bisa habis jika dieksploitasi secara berlebihan. Selain itu dapat juga menurunkan permukaan tanah. Dampak lingkungan ini tentu perlu dihindari.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Air dan Keanekaragaman Hayati Heni Murdianingrum menjelaskan, upaya konservasi air tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu dilakukan kolaborasi agar semua elemen masyarakat ikut menjaga ketersediaan air.

Oleh karena itu pihaknya menginisiasi Komunitas Jogo Tuk di tiap wilayah. Sudah dua tahun ini ia menginisiasi setidaknya 35 komunitas di lereng Merapi dan Merbabu. Komunitas ini nantinya menjadi sasaran bantuan dalam rangka peningkatan ketersediaan air.

Ada dua cara yakni melalui penanaman vegetasi dan pembangunan sipil teknis. Penanaman vegetasi dilakukan dengan mempertimbangkan karakter tanah dan kondisi alam lain. Sedangkan sipil teknis bisa berupa bangunan seperti sumur resapan.

Salah satu yang cukup berhasil yakni di Ngargomulyo. “Setelah erupsi Merapi banyak mata air yang hilang, tinggal 35. Setelah erupsi mereka melakukan konservasi dengan menanami di lahan taman nasional dan daerah sekitar Ngargomulyo. Sekarang sudah ada sekitar 100 mata air baru,” ungkapnya. (asa/laz)

Jogja Raya