RADAR JOGJA – Adanya klaster baru penularan Covid-19 di Soto Lamongan yang berjualan di Jogja, menunjukkan lemahnya edukasi dan pengawasan atas status tanggap darurat. Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto meminta pemkot Jogja harus tetap aktif dalam upaya edukasi masyarakat berkaitan dengan implementasi kebijakan program tanggap darurat.

“Peristiwa klaster di Soto Lamongan yang menjadi titik penularan terkini terjadi akibat salah satunya akibat lemahnya pemkot dalam melakukan edukasi dan pengawasan atas status tanggap darurat,” tandasnya, Selasa (1/9).

Menurutnya, masyarakat perlu diingatkan agar terus memakai masker saat bekerja, beraktivitas di luar rumah dan menjalankan protokol kesehatan benar dan selalu cuci tangan pakai sabun. Langkah dan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tetap membutuhkan edukasi dan sosialisasi dengan pengawasan dan ketegasan dalam menegakan aturan penerapan protokol kesehatan.

“Masyarakat Jogja harus terus diedukasi dan penegakan hukum agar taat protokol kesehatan penting dijalankan. Jangan sampai lengah dan berhenti mengedukasi. Kami dorong juga semua pihak berikan pitulungan bagi mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

Seperti diketahui, upaya pelacakan klaster soto Lamongan masih berlangsung. Tak hanya secara medis tapi juga berdasarkan takaran saji. Dalam satu hari warung soto yang berada di utara XT Square ini menghabiskan 5 kilogram daging. Artinya ada sekitar 70 hingga 100 pembeli setiap harinya.

Upaya tracing kasus dilakukan dalam rentang waktu awal Agustus hingga 15 Agustus. Lalu tracing diperluas hingga Agustus akhir. Dengan catatan apabila menunjukkan gejala Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). (ila)

Jogja Raya