RADAR JOGJA – Proses renegosiasi kontrak pemain PSS Sleman dipastikan hampir rampung. Terbaru, striker asing PSS Yevhen Bokhashvili menyepakati renegosiasi kontrak dengan jajaran manajemen klub berjuluk Super Elang Jawa itu.

Sebelumnya, Super Elja telah menyelesaikan renegosiasi kontrak kepada sejumlah pemain. Termasuk Irfan Bachdim, Zah Rahan Krangar, hingga bek asing PSS Aaron Evans. Hanya saja, proses renegosiasi gelandang PSS Guilherme Batata masih menemui jalan buntu.

Direktur Utama PT PSS Marco Gracia Paulo mengatakan, target manajemen adalah mempertahankan semua pemain, sehingga renegosiasi kontrak Batata akan terus dilakukan secara intensif. “Kami sudah mempersiapkan perhitungan terbaik untuk negosiasi. Namun saya menyayangkan yang bersangkutan mengajukan permintaan yang tidak masuk dalam tahap kewajaran,” katanya Minggu (30/8).

(Media PSS Sleman)

Selain itu, Marco menyebut Batata tidak terbuka untuk negosiasi dengan alternatif skema lain yang ditawarkan manajemen. Meski begitu, eks CEO Badak Lampung FC ini berharap proses renegosiasi kontrak Batata dapat segera menemukan titik terang. Terlebih, gelandang asal Brasil itu telah menjadi bagian penting dalam kerangka tim PSS.

Di sisi lain, Marco ingin gelandang 28 tahun itu menunjukkan komitmen terhadap klub. Juga memperlihatkan sikap berkorban seperti yang ditunjukkan semua pemain lain. Karena, menurutnya, pengorbanan bukan hanya di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan. “Itu bentuk kontribusi nyata juga bagi kemajuan klub,” tandasnya.

PSS memang tak mau asal-asalan dalam melakukan renegosiasi kontrak. Sebab, banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan. Itu karena selama pandemi, pendapatan PSS tidak sebesar saat kompetisi berjalan. “Saya berharap seluruh pendukung dan pecinta PSS bisa bersabar dan percaya penuh bahwa manajemen sedang memberikan usaha terbaiknya untuk kemajuan klub ini,” tegas Marco.

Sementara itu, penjaga gawang PSS Ega Rizky Pramana menyebut, proses negosiasi berjalan cukup singkat. Ega mengaku puas atas hasil negosiasi dengan manajemen PT PSS. “Negosiasi berjalan lancar tak lepas dari keterbukaan manajemen, sehingga dapat menimbulkan saling pengertian dengan para pemain,” kata Ega.

Pekan Ini Skuad Jalani Tes Fisik

(Media PSS Sleman)

PSS Sleman sudah memulai latihan sejak pekan lalu. Nah, pekan ini penggawa Super Elang Jawa dijadwalkan melakukan tes fisik. Tes bertujuan untuk mengetahui ketahanan fisik para pemain pasca diliburkan sejak Maret lalu.

Dalam latihan yang digelar di Yogyakarta International School (YIS) beberapa waktu lalu, Pelatih Fisik PSS Danang Suryadi menyebut skuad Super Elja mengalami penurunan fisik. Namun, hal itu dirasa wajar mengingat hampir lima bulan mereka hanya menjalani individual training. “Kondisinya tidak terlalu bagus. Tapi belum tahu sejauh mana penurunannya,” beber Danang.

Lebih lanjut eks pelatih fisik Persebaya Surabaya itu mengatakan, pemulihan kondisi fisik atlet akan terlihat dalam hasil tes. “Turunnya sejauh mana, itu akan jadi zero point untuk berlatih. Memang waktunya tidak ideal, apalagi dari jadwal sepertinya padat. Ada risikolah, namun kondisi ini juga terjadi di klub-klub Liga 1 lainnya,” tambah Danang.

Di sisi lain, latihan perdana itu belum dihadiri sosok Pelatih Kepala Dejan Antonic yang masih berada di Hongkong. Namun, materi latihan yang dijalankan merupakan program dari Dejan.

Sebagai informasi, dalam sesi latihan perdana lalu, ada lima pemain dari akademi PSS yang dipromosikan ke skuad senior. Mereka adalah Ifan Nanda Pratama yang berposisi center back, Domenico Savio Sheva Amavisca (gelandang), Wahyu Boli (gelandang), Bagas Umar Pamungkas (winger), dan Dafiq Maulana Firdaus (center back).

Pemanggilan pemain akademi ini merupakan langkah Laskar Sembada memenuhi regulasi baru dari PSSI dalam restart Liga 1 2020. Di mana setiap klub wajib menyertakan dua pilar U-20. “Saya bangga dengan promosinya lima pemain akademi. Semoga di masa mendatang akan lebih banyak produk akademi yang menjadi tulang punggung tim PSS senior,” ucap Direktur Akademi PSS Guntur Cahyo Utomo. (ard/laz)

Jogja Raya