RADAR JOGJA – Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi melarang pedagang soto Lamongan di depan XT Square beroperasional kembali. Pernyataan ini guna menjawab adanya selebaran tertempel tentang jam operasional warung kuliner tersebut. Disebutkan bahwa pemilik akan membuka kembali usahanya 8 September.

Pernyataan orang nomor dua di Kota Jogja ini sangatlah beralasan. Dia ingin agar tracing terhadap klaster tersebut rampung. Diketahui bahwa hingga saat ini ada sekitar 11 kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dari warung tersebut.

“Belum boleh (buka), semua menunggu hasil pemeriksaan nanti seperti apa. Sehingga baru dilakukan review dan verifikasi,” tegasnya ditemui di Balaikota Pemkot Jogja, Senin (31/8).

Tracing Satgas Covid-19 Kota Jogja menghasilkan belasa temuan. Berawal dari satu pedagang yang dinyatakan positif Covid-19. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh kontak erat pasien.

Diawali dengan pemeriksaan lingkungan keluarga dan karyawan. Setidaknya hingga saat ini ada 19 orang yang telah menjalani uji swab. Dari total tersebut, 10 diantaranya positif Covid-19.

“10 kasus positif ini adalah keluarga dan karyawan Soto Lamongan. Jadi ini sudah masuk kategori klaster baru di Kota Jogja,” katanya.

Hasil pelacakan tak terhenti di sini. Heroe menyadari bahwa persebaran kasus bisa meluas. Terlebih sosok pasien adalah pedagang kuliner. Artinya intensitas interaksi dengan publik cukup tinggi.

Atas fakta ini, Heroe meminta para pelanggan soto Lamongan memeriksakan kesehatan ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Tepatnya yang membeli kuliner tersebut di rentang Agustus.

“Agar potensi pemetaan kasus bisa terbaca. Kami juga imbau agar melakukan isolasi mandiri apabila pernah beli Soto di tempat itu dalam kurun waktu Agustus,” ujarnya.

Selain itu Heroe juga meminta warga menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Terutama dalam menjalani isolasi mandiri. Mulai dari pakai masker, tetap berada di rumah, dan tidak keluar dari rumah. Lalu membatasi sentuhan barang-barang selama 14 hari.

“Untuk memastikan apakah isolasi mandiri atau tidak, segera datang ke layanan kesehatan terdekat dan ceritakan kasusnya,” pesannya.

Munculnya klaster Soto Lamongan turut menjadi catatan bagi jajarannya.  Berupa pengawasan dan pengetatan protokol Covid-19. Upaya ini sebagai antisipasi semakin tingginya aktivitas warga di ruang publik.

Heroe menyadari meningkatnya aktivitas warga berdampak pada potensi munculnya kasus Covid-19 baru. Interaksi semakin intens membuat penyebaran virus semakin tinggi. Tak sedikit pula yang terlena dalam menjalankan protokol Covid-19.

“Saya minta semua pihak untuk lebih ketat menjalankan protokol covid di dalam rumah, lingkungan kerja, destinasi wisata dan tempat-tempat umum. Tak hanya Pemkot, tapi kesadaran masyarakat jauh lebih penting dalam penerapan protokol Covid-19,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya