RADAR JOGJA – Sore ini (28/8) skuad PSS Sleman dijadwalkan menggelar latihan perdana di Lapangan Yogyakarta International School (YIS). Karena latihan digelar dalam situasi pendemi, protokol kesehatan ketat pun diterapkan. Tak hanya untuk pemain, namun juga untuk seluruh elemen tim.
Protokol itu juga sudah disosialisasikan kepada seluruh penggawa Super Elang Jawa, julukan PSS. Beberapa aturan baru itu diterapkan mulai sebelum berangkat latihan hingga latihan rampung.

Sejak dari mess atau rumah, Bagus Nirwanto Cs wajib memakai pakaian bersih dan membawa baju ganti. Itu karena baju latihan baru akan dibagikan di lapangan. Selain itu, pemain harus menggunakan masker sebelum berangkat latihan. Mereka juga diwajibkan membawa hand sanitizer sendiri, disinfektan spray, serta perlengkapan pribadi lain.

Begitu juga saat tiba di lapangan, tim akan dilakukan pengecekan suhu badan. Pemain harus jujur dengan kondisi kesehatannya. “Jika ada personel yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, sesak, dilarang berangkat ke lapangan dan harus isolasi mandiri,” kata dokter tim PSS Elwizan Aminudin.

Nah, satu hal yang tak kalah penting, ketika latihan berlangsung semua personel dilarang meludah di lapangan. Sebab, disinyalir virus korona berpotensi menyebar melalui percikan ludah. Pemain juga diminta meminimalisasi kontak fisik dengan menjaga jarak 1-2 meter. Termasuk saat pengambilan air minum pemain harus menjaga jarak.

Setelah latihan berakhir, pemain dan ofisial dianjurkan untuk mandi, namun dengan catatan jika fasilitas memadai. Lalu, jersey latihan yang kotor wajib dikumpulkan ditempat yang sudah disediakan kitman. Tak hanya itu, seluruh perlengkapan latihan akan disemprot dengan disinfektan. Kemudian penggawa PSS diharuskan memakai masker lagi.

Dokter yang akrab disapa Amin itu menjelaskan, aturan tersebut memang sudah disosialisasikan kepada anak-anak Sleman. Bahkan, sudah diterapkan. “Syukur para pemain mengikuti protokol kesehatan demi kesehatan bersama. Evaluasinya kalau ada yang melanggar akan ada teguran, bahkan sanksi,” ucapnya.

Bek PSS Arthur Daniel Irawan menyebut, adanya protokol kesehatan yang diterapkan tim dokter membuat dirinya cukup nyaman. Sebab, menurutnya, hal itu memang wajib dilakukan mengingat latihan digelar dalam kondisi pandemi.

“Jujur saya sangat senang dan berasa tenang. Kita memang harus jaga diri lebih ketat dan harus lebih berhati-hati dengan lingkungan kita,” kata pemain 27 tahun itu.

Sementara itu, winger muda PSS Irkham Zahrul Mila mengaku senang dapat kembali ke mess dan berkumpul dengan timnya. Apalagi mereka sudah lama diliburkan sejak Maret lalu. “Alhamdulillah akhirnya kembali ke Sleman. Cukup kangen dengan kekeluargaan tim ini,” ujarnya. (ard/laz)

Jogja Raya