RADAR JOGJA – Banyak menyimpan cerita bersejarah, kompleks pemakamn Kerkhof Purworejo tidak masuk dalam daftar kekayaan cagar budaya di kabupaten ini. Meski demikian, Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo menyebutkan, ini menjadi salah satu kekayaan budaya di Purworejo.

“Pengelolaan kompleks makam itu tidak di bawah kami, tapi di Dinas Lingkungan Hidup. Kami akui jika di tempat itu ada cerita unik yang menarik,” kata Kabid Kebudayaan Dinparbud Agung Pranoto.

Karena perbedaan ranah pengelolaan itu, Agung menyebutkan pihaknya memang tidak melakukan tindakan terhadap keberadaan tempat pemakaman tersebut. Dia melihat kawasan itu sudah teranggarkan di Dinas Lingkungan Hidup. “Memang kami tidak bersinggungan langsung dengan tempat itu,” tambahnya.

Meski demikian, Agung mengaku tidak menutup kemungkinan pihaknya untuk turut melakukan pengelolaan. Ini ditilik dari nilai budaya yang ada di tempat tersebut.

Soal berbagai cerita menarik yang berkembang, Agung mengaku masih ingin mendalami. Setidaknya hal itu akan menjadi sebuah cerita menarik dan menjadi edukasi bagi masyarakat.
“Banyak hal yang bisa diambil dari tempat itu. Seperti mungkin sejarahnya seperti apa, kok bisa ada orang Jerman ditempat itu dan sebagainya,” tambah Agung.

Secara pribadi, Agung sebenarnya sudah pernah mencoba untuk merangkai beberapa informasi yang masuk. Namun karena terbentur tidak adanya identitas makam yang ada, menjadikannya kesulitan untuk mengidentifikasi.

Trip Khusus Bisa
Dijual ke Wisatawan

Keunikan dan misteri dari mereka yang dimakamkan di Kerkhof Purworejo menjadi sebuah tantangan menarik untuk didalami. Dan kawasan itu menjadi satu trip khusus yang bisa ditawarkan kepada wisatawan.

Ini sudah mulai dilakukan oleh Poerworedjo Walking Tour yang menyuguhkan jalan-jalan di seputaran dalam kota Purworejo. Kompleks dalam kota Purworejo adalah kekayaan budaya karena banyak mendapat sentuhan dari Belanda.
“Purworejo ini menjadi perhatian Belanda di tahun 1800-1900-an. Ini sangat menarik karena di kota ini ada sekolah HKS, pusat militer dan juga benteng di dalam kota,” kata founder Poerworedjo Walking Tour Riza Pratama Rabu (26/8).

Khusus Kerkhof sendiri, Risa melihat hal yang menarik dari tempat itu sebenarnya tidak saja tempatnya tapi siapa saja yang dimakamkan di sana. “Ada orang Jerman dan berasal dari golongan bangsawan yang ditempatkan di sana. Ini menarik karena banyak masyarakat yang paham jika di Purworejo itu dulu kan sentuhannya Belanda,” tambahnya.

Mengenai hal itu belum banyak terungkap ke permukaan. Lain halnya dengan sebutan londo ireng atau sebutan untuk orang Afrika yang menjadi serdadu Belanda, Riza menyebut masyarakat masih familiar karena di Purworejo ada sebuah gang yang dinamakan Gang Afrikan.

“Jika diurai lebih banyak lagi, akan banyak cerita yang muncul dan mengalir. Dan Kerkhof itu tidak bisa dipisahkan dari adanya cerita tersebut,” tambahnya.
Dari beragam pertanyaan yang muncul, dia tergerak untuk membangun sebuah paket jalan-jalan di Purworejo dengan tujuan mendatangi berbagai peninggalan cagar budaya khusus bangunan di Kabupaten Purworejo. “Segmen ini menjadi menarik karena ternyata banyak orang yang sebenarnya sangat penasaran dengan Purworejo,” ungkap Riza. (udi/laz)

Jogja Raya