RADAR JOGJA – Penumpang kereta api (KA) juga mengalami peningkatan saat libur panjang kemarin. Salah satunya peningkatan penumpang di KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Jogjakarta.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto menyebutkan, selama empat hari terakhir penumpang KAI mengalami lonjakan. Peningkatan itu terlihat pada kerata api (KA) jarak jauh.“KA Progo mengalami peningkatan sebanyak 21 persen, Lodaya 21 persen, Joglosemar (193) 40 persen, dan Joglosemar (202) 10 persen,” kata Eko kepada Radar Jogja Minggu (2/8).

Tak sedikit pula KA jarak jauh yang mengalami peningkatan penumpang lebih dari 50 persen. Yakni KA Bengawan naik 64 persen, Sri Tanjung 24 persen, Argo Dwipangga 53 persen, Senja Utama Solo 56 persen, Taksaka 65 persen, dan Joglosemar (199) 77 persen.

Hal itu lantaran di masa-masa libur panjang, masyarakat banyak mengadakan perjalanan. Eko mengatakan, tren liburan saat libur panjang masih melekat di masyarakat.

Ia menyebutkan, saat ini konsumsi masyarakat terhadap penggunaan moda kereta api termasuk tinggi. Terlebih setelah adanya rapid test (RDT) di stasiun dengan harga terjangkau bagi para penumpang kereta api jarak jauh. Yakni, Rp 85 ribu untuk setiap penumpang.

Seperti diketahui, masyarakat saat akan bepergian jauh harus menunjukkan atau melengkapi syarat, salah satunya hasil RDT. Dia berharap dengan adanya RDT masyarakat dapat lebih terbantu. “Dulu kan memang sempat penumpang sepi, karena harus pakai hasil RDT dan itu mahal. Tetapi, sejak adanya RDT murah itu penumpang jadi meningkat,” katanya.

Bahkan RDT yang tersedia di KAI Daop 6 banyak peminatnya. Rata-rata per hari penumpang yang memanfaatkan fasilitas ini 100 sampai 150 penumpang. “Tidak tentu. Tapi tiap hari pasti ada dan lumayan banyak,” tambahnya. (cr1/laz)

Jogja Raya