RADAR JOGJA – Akibat libur panjang sejak Kamis (20/8) hingga Minggu (23/8), kawasan Malioboro terpantau masih dipasati wisatawan, Sabtu (22/8). Petugas Jogoboro berupaya menegakkan protokol kesehatan mulai dari pengecekan suhu tubuh hingga pendataan pengunjung. Tak jarang pula mengingatkan pengunjung untuk tetap mengenakan masker.

Meski pengunjung Malioboro sangat ramai, salah satu wisatawan Stefany  mengaku tetap merasa nyaman karena disediakan area cuci tangan di setiap sudit Malioboro. Selain itu diberlakukan jalur pedestrian satu arah, sehingga pengunjung yang akan masuk selalu terpantau pada satu pintu masuk. Selain itu menurutnya, pengunjung yang mulai tinggi ini menjadi kabar baik pada sejumlah pedagang.

“Dengan datangnya wisatawan yang berbelanja cinderamata di Malioboro, perlahan akan memperbaiki ekonomi masyarakat yang bergantung pada kawasan wisata malioboro di tengah pandemi,” ungkap wisatawan asal Semarang ini.

Salah satu PKL Ani Sulistyo mengaku penjualannya mulai membaik sejak membuka lapak kembali mulai awal Juli.

“Awalnya seminggu dua tiga kali. Tapi mulai akhir Juli mulai jualan tiap hari,” ujar ani di lapaknya.

Meski dibayangi risiko penularan Covid-19, kenaikan pejualan Ani mencapai 100 persen. Harga kaus yang dijual bervariasi antara Rp 15 ribu hingga Rp 70 ribu. Dia bisa menjual hingga 10 potong dalam sehari.

“Saat libur panjang kemarin, bisa dapat lumayan. Sehari pernah bisa menjual 100 potong. Tapi memang jualannya dari jam 10 pagi sampai sangat malam,” katanya. (sky/tif)

Jogja Raya