RADAR JOGJA – Libur panjang perdana di masa adaptasi kebiasaan baru ini membuat Pemkot Jogja ketir-ketir. Banyaknya wisatawan yang berlibur akan menggerakan ekonomi, tapi di satu sisi juga dikhawatirkan menjadi penyebaran virus Covid-19. Apalagi jika tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Libur panjang ini bikin deg-degan,” tulis kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Dinas Kesehatan Kota Jogja drg Arumi Wulansari, dalam satus WhatsApp-nya, Kamis (20/8). “Ya deg-degan melihat banyaknya wisatawan yang berlibur ke Jogja. Apakah mereka bisa patuh melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya ketika dikonfirmasi.

Dinkes Kota Jogja sendiri bertanggung jawab melaksanakan tracing jika ditemukan kasus positif. Sebagai antisipasi penyebaran di pusat keramaian, wisatwan diminta memindai QR Code. Sehingga apabila ada kasus diketahui, siapa saja yang berisiko menjadi kontak erat. “Kesulitannya jika pengunjung dari luar kota, harus koordinasi dengan daerah lainnya, sehingga benar-benar kepatuhan masyarakat diperlukan,” tegasnya.

Karena itu pula, Pemkot Jogja menggelar Operasi Pengamanan Tempat Wisata, yang dilaksanakan Kamis-Senin (20-24/8). Melibatkan lintas sektor. Seperti di kawasan Malioboro, 350 personel petugas mulai berjaga saat long weekend ini. “Petugas sudah ditambahi dari Dishub, Satpol PP, dan sebagainnya. Jadi untuk ketugasasnya sudah agak mendingan dan terbantu,” kata salah satu Jogoboro yang berjaga di pintu masuk bagian utara Malioboro Ahmad Hartanto.

Ahmad menyebutkan, petugas tersebut ditugaskan di beberapa titik. Dia mengaku kewalahan minggu terakhir ini, sebab pangunjung Malioboro mulai ramai. “Putugasnya terbatas, kadang ada pengunjung yang tidak bawa HP, ada yang HP-nya tidak mendukung untuk memindai QR Code, makanya terjadi antrean panjang kadang,” ungkap dia.

Dari pantauan Radar Jogja pada Kamis (20/8) siang. Para petugas (telah menyebar ke beberapa titik yang disebutkan. Seperti, sirip-sirip, zona berbarcode, dan ada juga petugas yang mengendarai sepeda motor untuk mengingatkan para pengunjung menggunakan pengeras suara (toa).

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengakui adanya peningkatan penjagaan. Langkah ini sebagai antisipasi munculnya kerumunan pengunjung. Terutama yang tak disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Beberapa pengunjung yang tak memakai masker dirazia petugas. “Fokus sepanjang Malioboro, berdasarkan pengalaman weekend kemarin cukup besar yang datang.,” jelasnya, ditemui usai apel pasukan di Taman Parkir Abu Bakar Ali. (cr1/pra)

Jogja Raya