RADAR JOGJA – Menunjukkan kecintaan terhadap NKRI dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun akan menjadi tidak biasa ketika rasa cinta itu ditunjukkan oleh anak-anak yang mengibarkan bendera Merah Putih dengan cara rappelling.

Dengan penuh semangat dan gembira, sekitar 30 anak yang berkostum kuning berkumpul di jembatan rappeling Babarsari, Condongcatur, Sleman. Mereka rata-rata berumur 5 sampai 16 tahun. Di tempat itu untuk merayakan hari kemerdekaan ke-75 RI Senin (17/8).

Tiga anak dengan rasa berani dan percaya diri mengibarkan bendera Merah Putih berukuran 5 x 3 meter menuruni jembatan. Setelah lagu Indonesia Raya berkumandang, ketiga anak hormat, lalu diikuti teman-temannya yang lain. Seketika itu menambah nasionalisme di hari jadi NKRI ini.

Ketiga anak itu adalah Alfa Tania, 11; Syauqi Farah Nur Istiqomah, 12; dan Muhammad Mirza Bakhtiar Ramadan, 12. Alfa mengaku sangat bangga bisa mengibarkan Merah Putih dengan cara yang berbeda. “Sangat senang. Awalnya deg-degan, tapi setelah itu lega dan bangga,” katanya.

Alfa senang dengan olahraga yang memacu adrenalin itu sejak kecil. Tak ada paksaan dari orang tuanya alias itu kemauan sendiri. “Saya sudah dua tahun ikut JCC. Biasanya latihan tiga kali dalam seminggu di SMAN 3 Kota Jogja. Untuk persiapan ini cuma satu kali,” jelasnya.

Meski persiapannya mendadak, Alfa mengungkapkan tidak menyerah. “Untuk belajar dan menambah pengalaman,” sambungnya.Setelah bendera berkibar, anak-anak yang lain kemudian rappelling atau menuruni jembatan menggunakan tali secara bergantian, dengan diberi arahan oleh para pelatih. Kemudian mereka memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih.

Salah satu pelatih JCC Evi Neliwati menyebutkan, kegiatan ini merupakan kali pertama yang dilakukan JCC. “Selain untuk melatih keberanian anak, sekaligus menumbuhkan rasa dan sikap untuk mencintai tanah air,” katanya kepada Radar Jogja.

Evi mengatakan, ketika latihan dia juga biasa mengajak anak-anak itu di Jembatan Babarsari, agar mereka memiliki wawasan yang lebih dan tidak bosan. “Karena di sini juga biasa untuk tempat latihan, jadi selain latihan di wall mereka kami ajak ke sini. Biar mereka juga bisa memaknai lebih arti 17-an,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan pengibaran bendera dengan mengajak anak-anak bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme sejak dini. Selain itu anak-anak yang dia latih bisa mengibarkan bendera hingga kancah nasional. “JCC juga baru berusia dua tahun, semoga tahun depan bisa mengadakan lagi dan lebih baik lagi dengan persiapan yang lebih prepare,” harap Evi. (cr1/laz)

Jogja Raya