RADAR JOGJA – Proyek pembangunan trase kereta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sudah berlangsung, kendati proses pembayaran ganti rugi lahan bagi warga terdampak belum selesai. Pembayaran ganti rugi di Kapanewon Temon masih diagendakan sampai pekan depan.

Panewu Temon Djaka Prasetya menyatakan, hasil rapat dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pembayaran ganti rugi akan dilanjutkan Rabu (19/8) dan Jumat (21/8). Ganti rugi yang dibayarkan 146 bidang, dengan rincian 90 bidang pada Rabu dan sisanya, 56 bidang pada Jumat. “Semua bidang tanah ada di tiga kalurahan yakni Glagah, Kaligintung dan Kalidengen,” katanye Kamis (13/8).

PPK Pengadaan Tanah Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Yurisal Elmianto menjelaskan, tim pengadaan lahan pembangunan rel bandara sudah melakukan pembayaran ganti rugi mulai bulan Januari, Februari, Juli dan awal Agustus 2020. “Yang sudah dibayarkan 341 bidang dari total 560 bidang. Uang yang disiapkan untuk ganti rugi Rp192 miliar,” jelasnya.

Ditegaskan, proses pembayaran ganti rugi ditargetkan rampung akhir Agustus ini. Bagi pemilik bidang tanah terdampak yang belum menerima ganti rugi akan dibayarkan secara bertahap. Minimal satu kali dalam sepekan. “Target kami Agustus selesai, nanti secara bertahap setiap minggu akan diusulkan bidang tanah mana saja yang akan menerima ganti rugi,” tegasnya.

Ditambahkan, bidang tanah yang diusulkan untuk menerima pembayaran ganti rugi telah dicek keabsahan dokumen kepemilikan tanah oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). “Setelah dinilai lengkap, baru pemilik bidang bisa menerima ganti rugi,” ucapnya. (tom/laz)

Jogja Raya