RADAR JOGJA – Kompetisi Liga 2 resmi dilanjutkan 17 Oktober hingga 5 Desember 2020. Kepastian itu diumumkan PT LIB selaku operator Liga beberapa waktu lalu. LIB juga telah menggelar manager meeting bersama perwakilan manajemen klub Liga 2, Selasa (11/8).

Sejumlah poin penting dibahas. Di antaranya terkait teknis pembagian grup, subsidi klub, hingga pelaksanaan protokoler kesehatan. Manajer PSIM Jogja David MP Hutauruk merespons positif manager meeting yang digelar secara virtual tersebut.

Hanya saja, dalam rapat LIB masih sebatas menampung masukan dan saran dari kontestan tim. Artinya, belum ada keputusan final dari pertemuan tersebut. “Kami sih pinginnya rapat virtual itu setidaknya bisa ada satu keputusan yang nantinya bisa dijadikan acuan persiapan kami ke depan,” ujarnya.

David berharap segera ada keputusan resmi terkait lanjutan kompetisi. Sebab, hal itu bakal dijadikan patokan rencana latihan skuad Laskar Mataram, julukan PSIM. “Ya, semoga rapat lanjutan nanti lebih detail lagi supaya segera ada kepastian regulasi. Termasuk tansfer pemain harus memperhatikan kontrak hukum,” paparnya.

Di sisi lain, klub kebanggaan warga Jogja ini sebetulnya berencara menggelar latihan pertengahan Agustus ini. Hanya, hal itu urung dilakukan karena saat ini belum ada regulasi resmi dari LIB. “Belum ada kabar lagi dari manajemen soal rapat internal dengan jajaran pelatih untuk membahas latihan tim. Meski memang kemarin kabarnya ada manager meeting klub,” kata Pelatih Fisik PSIM Asep Ardiansyah.

Sementara itu, Direktur Utama LIB Ahmad Hadian Lukita menjelaskan, virtual meeting Liga 2 akan kembali digelar. Nantinya pertemuan lanjutan untuk menyamakan persepsi serta mencari keputusan yang terbaik untuk lanjutan Liga 2 2020.
“Pertemuan berikutnya akan kami bahas lebih detail lagi. Tapi perlu disadari bahwa saat ini situasinya tidak normal. Butuh banyak kebijakan untuk menyesuaikannya,” katanya.

Sebagai informasi, dalam surat bernomor 261/LIB-KOM/VIII/2020 LIB menetapkan format kompetisi kasta kedua Liga Indonesia itu adalah home tournament dengan format single round robin. Kompetisi bakal dimulai dari nol, kendati sebagian besar tim telah memainkan satu laga sebelumnya. Selain itu, semua laga akan digelar tanpa penonton.

Dari 24 tim peserta Liga 2 akan dibagi menjadi empat grup. Masing-masing grup diisi enam tim. Hanya akan diambil dua tim teratas di setiap grup untuk melaju ke fase babak gugur hingga final. Hanya dua tim yang berhak mendapatkan jatah promosi ke Liga 1 dan tidak ada tim yang terdegradasi ke Liga 3.

LIB juga telah menyampaikan besaran subsidi kepada klub selama kompetisi. Yaitu, subsidi tahap pertama senilai Rp 250 juta sudah terealisasi. Sedangkan untuk babak penyisihan, per klub akan menerima subsidi Rp 600 juta yang diberikan dalam empat termin, mulai September-Desember 2020.

Babak perempat final dan semifinal klub bakal menerima Rp 200 juta yang dibagikan dalam dua termin. Kampiun Liga 2 2020 berhak menerima subsidi Rp 500 juta. Sementara, runner up Rp 300 juta. (ard/laz)

Jogja Raya