RADAR JOGJA – MANAJEMEN PSIM Jogja berharap penentuan tuan rumah lanjutan Liga 2 2020 tak dilakukan secara bidding atau penawaran. Sebab, menurut Manajer PSIM David MP Hutauruk, penunjukan host dengan sistem penawaran berpotensi memunculkan conflict of interest.

David mengatakan, pemilihan host akan lebih fair jika ditunjuk langsung oleh PT LIB selaku operator Liga. Usulan ini pun telah dipaparkan dalam manager meeting Liga 2.“Kami juga mengusulkan agar penentuan tuan rumah mempertimbangkan unsur geografis dan netralitas. Jangan sampai tuan rumah juga bermain di kandangnya juga. Kalau bisa, tuan rumah ya bermain di luar kandangnya,” tambah David.

Sejauh ini Laskar Mataram -julukan PSIM- belum tertarik mengajukan diri sebagai tuan rumah babak penyisihan. Itu lantaran laga dipastikan digelar tanpa penonton. Sehingga secara hitung-hitungan tidak ada keuntungan lebih bagi klub. “Misal jadi tuan rumah tentu tidak mungkin kami persiapkan seadanya. Memang pelaksana nanti dari PT LIB, tapi panpel kan pasti dari orang-orang kami juga,” beber David.

Sementara itu, Direktur Operasional LIB Sudjarno merespons positif masukan dari kontestan Liga 2. Nah, karena itu pekan depan pihaknya berencana menggelar manager meeting lanjutan guna membahas teknis pertandingan. Seperti penentuan tuan rumah dan pembagian grup. “Secara umum kontestan Liga 2 siap untuk berkompetisi. Kalau terkait dengan protokoler kesehatan, akan dijelaskan detail di medical workshop,” katanya.

Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi menambahkan, kompetisi Liga 2 2020 memang dijalankan dalam situasi yang tidak normal, sehingga dibutuhkan kekompakan dari semua pihak. “Pesan dari Ketum PSSI, kita harus bersama-sama untuk menjalankannya. Akan ada meeting berikutnya agar komunikasi lebih maksimal,” bebernya. (ard/laz)

Jogja Raya