RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ mendorong pemeritah kabupaten/kota menyediakan shelter atau tempat penampungan untuk orang tanpa gejala (OTG). Penanganan dan deteksi secepat mungkin bagi para OTG dianggap perlu untuk menekan laju penularan Covid-19 di tengah masyarakat.

Kepala Dinkes DIJ Pembajun Setyaningastutie mengatakan, saat ini seluruh kabupaten telah menyediakan shelter OTG. Kapasitasnya mencapai 2.000 bed atau tempat tidur. Tiap kabupaten rata-rata memiliki 500-an tempat tidur. Hanya Kota Jogja yang saat ini belum menyediakan shelter OTG.

Menurutnya, pemerintah setempat masih mencari lokasi penampungan yang sesuai. “Belum menemukan tempat yang sesuai. Kan masih ada yang belum bisa menerima suatu bangunan atau tempat jadi shelter,” jelasnya Kamis (13/8).

Dikatakan Pembajun, walaupun tidak menunjukkan gejala sakit, OTG dapat memperluas penularan bila tak tertangani dengan baik. Pasalnya, OTG tak menyadari bila dirinya membawa virus. “OTG ini orang nggak ngasih gejala tapi bisa jadi carrier-nya. Kalau carrier-nya tertangani, saya pikir cukup baik,” paparnya.

Penampungan OTG di shelter dianggap menjadi solusi. OTG tak perlu mendapat perawatan di RS, sehingga pasien dengan gejala Covid-19 seluruhnya bisa dirawat di RS rujukan. “Kalau di shelter lebih homie. Dengan nyaman orang jadi senang, imunitasnya terpengaruhi,” tuturnya.

Saat ini, Dinkes DIJ terus berupaya untuk mendeteksi kasus positif secepat mungkin. Sebab, kasus transmisi lokal mulai menjamur, sehingga upaya cepat diperlukan untuk memutus rantai penularan. “Transmisi cukup banyak. Apa yang harus dilakukan ke depan, menemukan kasus secepat mungkin,” katanya.

Saat ini terjadi tren peningkatan kasus sembuh. Sebabnya, kasus di DIJ memang didominasi OTG. Adapun case recovery rate yang tercatat adalah mencapai 70,91 persen. “Meningkat karena banyak OTG cepat ditemukan. Mereka belum bergejala, jadi cepat sembuhnya. Jadi perlu proaktif nyari untuk memutus rantai penularan,” jelas Kepala Balai Besar Teknik Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan dr Irene.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menambahkan, upaya tes swab masal masih diselenggarakan secara masif. Setelah menyasar tenaga kesehatan, saat ini menarget individu yang terindikasi Covid-19. “Tidak boleh swab masal tapi yang diswab secara asal. Yang dipilih adalah yang ada indikasi ke arah sana,” katanya.

Di sisi lain, terdapat penambahan 11 kasus positif kemarin (13/8), sehingga total kasus positif 911 kasus. “Presentasenya kira-kira 70 persen OTG,” kata Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penangan Covid-19 Berty Murtiningsih.
Pasien sembuh juga meningkat sebanyak 11 kasus sehingga total kesembuhan menjadi 646 kasus. “Hasil pemeriksaan dari 401 sampel. Dan jumlah orang diperiksa 371 orang,” katanya. (tor/laz)

Jogja Raya