RADAR JOGJA – Jajaran Pemkot Jogja tengah bersiap diri menyambut lonjakan wisatawan. Sebab mulai dari Sabtu (15/8) hingga Senin (17/8) adalah masa liburan panjang. Kepala Satpol PP Kota Jogja Agus Winarno memastikan ada perhatian khusus. Setidaknya 70 personel diterjunkan dalam pengamanan libur akhir pekan ini. Seluruhnya terbagi dalam 7 regu yang bertugas dari simpang empat Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer.

“Fokus pengamanan kami terbagi di ruas Tugu sampai nol kilometer. Semua personel dipusatkan di sana. Sebanyak 7 regu dengan total 70 personel,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (14/8).

Tim ini nantinya terbagi dalam dua wilayah penjagaan. Dua tim berjaga di titik Tugu Pal Putih hingga pintu kereta api Stasiun Tugu. Lima tim berjaga dari pintu perlintasan Stasiun Tugu hingga Titik Nol Kilometer. 

Ruas wilayah ini memang menjadi prioritas penjagaan. Agus menuturkan kawasan ini rentan terjadi pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Baik penggunaan masker, physical distancing dan mencuci tangan.

“Pengamatan selama ini pelanggaran yang jelas physical distancing dan masker. Sebenarnya di pintu masuk sudah deteksi awal. Kalau sudah di tengah (Jalan Malioboro) kami awasi terutama jaga jarak dan maskernya,” katanya.

Walau cenderung disiplin namun Agus tak menampik masih adanya pelanggaran. Mayoritas adalah wisatawan yang berasal dari luar Jogjakarta. Alibinya tak mengetahui adanya penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Alasannya tidak tahu, lalu baru datang. Padahal sudah diumumkan sejak masuk Malioboro. Kalau saat makan kami tolerir tapi kalau yang abai ya kami tegur. Masih kami ingatkan, denda belum,” ujarnya.

Kepala UPT Malioboro Ekwanto telah mengantisipasi lonjakan wisatawan. Terbaru adalah penambahan Thermogun di kedua pintu masuk Malioboro. Setidaknya saat ini ada sepuluh alat pengecek suhu portabel yang digunakan.

Penambahan ini sebagai wujud antisipasi dan evaluasi. Dilaporkan sebelumnya beberapa thermogun milik UPT Malioboro rusak. Penyebabnya adalah intensitas penggunaan. Imbas dari membludaknya jumlah wisatawan.

“Nanti Jogoboro berjaga dibantu Satpol PP. Jogoboro hanya stay tidak mobile, menjaga di pintu masuk. Kalau Satpol PP nanti yang patroli,” katanya.

Dari catatan selama ini mayoritas pelanggaran adalah one way. Pengunjung belum mengikuti arahan yang yang diterbitkan. Berupa satu arah untuk pedestrian sisi barat dan timur.

UPT Malioboro juga membagi Malioboro dalam lima zona. Nantinya setiap zona dibatasi jumlah pengunjung. Pemantauan memanfaatkan pendataan scan barcode di kedua pintu masuk.

“Akhir pekan ramai sempat 1.500an, dari jam 5 sore, puncaknya jam 9 malam. Prediksi kami long weekend bisa 2.500. Nanti setiap alarm pengingat. Kalau sudah 500 orang per zona mohon geser. Kami juga optimalkan radio Malioboro,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Raya