RADAR JOGJA – Pencarian korban kecelakaan laut di Pantai Goa Cemara, Gadingsari, Sanden, Bantul, hingga Minggu (9/8) masih berlangsung. Fokus pencari oleh gabungan tim search and rescue (SAR) itu ke arah barat hingga masuk wilayah Kabupaten Kulonprogo.

“Kalau pagi anginnya ke timur. Tapi kalau sudah siang ke arah barat. Kami melakukan pencarian ke Pantai Baru, hingga Trisik, Bugel di Kulonprogo,” sebut Sekretaris SAR DIJ Wilayah IV Nugroho saat ditemui di Posko SAR Gabungan Goa Cemara, kemarin.

Pencarian dilakukan sejak pukul 06.00. Tim SAR gabungan terdiri atas sekitar 100-an personel. Mereka dibagi menjadi lima search rescue unit (SRU). Petugas sempat menggunakan jet ski. Petugas juga menurunkan satu kapal di Pantai Bugel, tapi hasilnya nihil. Sebab terkendala ombak yang tingginya mencapai 3-4 meter.

BACA: Sudah Diingatkan Agar Tak Main di Bibir Pantai

Nugroho mengungkapkan, petugas sepakat melakukan pencarian selama tujuh hari. Padahal, menurut standard operating procedure (SOP), pencarian hanya dilakukan tiga hari. “Memang SOP tiga hari. Tapi kesepakatan kami tujuh hari, mengingat jumlah korbannya banyak,” ungkapnya.

Pantai Goa Cemara juga sempat ditutup. Sebab, waktu itu korban yang dinyatakan hilang belum ada yang ditemukan. “Sempat terpikir pantai ditutup sementara. Tapi dilihat tidak masalah, jadi ndak papa dibuka,” katanya.

Dilaporkan, dari tujuh korban yang terseret ombak, enam di antaranya sudah ditemukan. Ulli Nur Rahmi, 28, dan Ahmad Nur Fauzi, 30, ditemukan pada Kamis (6/8) atau usai kejadian itu. Muhammad Fazir Zakir A, 8, ditemukan Jumat (7/8), sedangkan Muhammad Riski Romadhon, 7; Joko Widodo, 38, dan Muhammad Zidan Abdori, 8, ditemukan Sabtu (8/8). Semua korban meninggal dunia. “Yang masih dicari atas nama Ahmad Chairul Fatah,” ungkapnya.

Diakui anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mino Raharjo Pantai Goa Cemara Fajar Subekti, pengelola melakukan penutupan. Itu diakibatkan banyaknya pengunjung yang datang untuk menonton proses pencarian, sehingga mengganggu petugas. “Parkirnya sampai menutup jalan. Mereka juga memfoto korban untuk disebarkan,” sesalnya.

Sementara itu, keluarga korban terlihat masih berdoa di bibir Pantai Goa Cemara. Mereka berdoa agar Ahmad segera ditemukan. Doa dipimpin guru keluarga mereka KH Ashari dari Kerisan, Tempel, Sleman.

“Keluarga tetap ikhtiar semaksimal mungkin sampai ketemu,” sebut Bambang Rahayu, Pakde Ahmad. Pihak keluarga juga melakukan rolling. Mereka secara bergantian ke Pantai Goa Cemara untuk berdoa agar Ahmad segera ditemukan. (cr2/laz)

Jogja Raya