RADAR JOGJA – Renovasi untuk mengembalikan bentuk asli Ndalem Pengulon Keraton Jogja, membuat warga Kauman resah. Karena beredar kabar, renovasi membuat sebagian rumah di sekitarnya dikosongkan.

Terkait hal itu, pada Senin (20/7) pekan lalu, sudah diadakan sosialisasi dari Kawedanan Pengulon Keraton Jogja pada warga di sekitarnya. Yaitu pada warga yang menempati tanah magersari atau milik Keraton Jogja yang ditempati warga.

Kepala RW 11, Ngupasan, Gondomanan, Rahmanto Triyogo Utomo mengaku, telah menerima kabar terkait pertemuan antara pihak keraton dengan warga yang tinggal di tanah Magersari. Namun dia tidak mengetahui hal yang dibahas karena keraton tidak menghubungi pihak RW. “Jadi saya tidak tahu persis. Sampai sekarang saya juga menunggu laporannya seperti apa. Isunya ya Magersari akan penataan,” jelasnya, pekan lalu.

Karena belum ada kepastian, sejumlah warga juga dikatakan mulai resah atas hadirnya isu tersebut. Sebagian warga ada yang mulai menutup rumahnya. Di antaranya karena takut ditanya terkait hal itu. “Warga sudah agak resah. Tapi kan emang nggak ada komunikasi dengan RW. Kemarin tau-tau ada pertemuan tanpa mengundang RW,” jelasnya.

Tanah yang terdampak adalah lahan Magersari di seputaran Ndalem Pengulon. Tepatnya di sisi barat dan utara. Kira-kira terdapat 15 kepala keluarga yang bermikim di kawasan itu. “Mereka pegang kekancingan semua,” tandasnya.

Saat ini gerbang masuk Masjid Gedhe Kauman termasuk Ndalem Pengulon sendiri sedang direhabilitasi menggunakan dana keistimewaan senilai Rp 2,6 miliar. Saat sosialisasi renovasi gerbang dan Ndalem Pengulon tersebut, pihak RW diundang. “Saya diundang dulu untuk renovasi. Renovasi sebenarnya mempertegas masalah wilayah benteng Pengulon. Tidak ada pembahasan warga mau direlokasi,” jelasnya.

Sejumlah warga yang memiliki rumah di lahan Magersari enggan membeberkan hasil pertemuan itu. Salah satu warga yang enggan dikorankan namanya membenarkan ada pertemuan antara perwakilan keraton dan warga. “Saya ikut juga tapi nggak ngikutin sampai selesai. Soalnya saya buru-buru mau buka warung,” katanya.

Sementara itu, abdi dalem Kawedanan Pengulon Keraton Jogja R. Rahmadi menyebut, saat ini proses renovasi Ndalemn Pengulon masih berlangsung. Bersamaan dengan pemugaran di pelataran Masjid Gede Kauman. Untuk yang dikerjakan tahun ini, gerbang masuk Masjid Gede dan pendapa. “Kalau sekarang pendapa belum, masih dipakai untuk kantor,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon.

Pria yang bertugas di tim bagian kemasjidan Kawedanan Pengulon Keraton Jogja itu menambahkan, tujuan renovasi memang mengembalikan bentuk asli Ndalem Pengulon seperti dulu. Tapi

Hanya, lanjut dia, kontraktor pun belum tahu bentuk asli Pengulon seperti apa. Karena masih dikaji seperti apa bentuk aslinya. “Kami menunggu dawuh saja,” tuturnya.

Hanya dia mengaku, belum tahu terkait informasi renovasi Ndalemn Pengulon apakah juga sampai ke pemukiman warga Kauman. “Sampai sekarang kami belum tahu site plan-nya,” kata dia. Termasuk sudah adanya sosialisasi ke warga terdampak. “Saestu, belum ada informasi ke kami,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan DIJ Aris Eko Nugroho mengaku, tak mengetahui tentang proyek penataan Ndalem Pengulon yang akan dikembalikan seperti bentuk aslinya. Dia menjelaskan, proyek yang sedang dikerjaan sepanjang 2020 ini adalah rehabilitasi Masjid Gedhe Kauman. “Saya malah belum tahu. Tahun ini yang kerjasama dengan Disbud itu rehabilitasi,” kata mantan Kepala Bidang Anggaran Belanja DPPKA DIJ itu. (tor/pra)

Jogja Raya