RADAR JOGJA – Sejumlah cabang olahraga (cabor) yang tergabung dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) tetap melakukan latihan selama pandemi Covid-19. Latihan dilakukan sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Beberapa di antaranya dilakukan tim panjat tebing dan renang DIJ. Pelatih Puslatda panjat tebing DIJ Sultoni Sulaiman mengatakan, latihan intensif telah dijalankan sejak beberapa bulan lalu. Hanya saja, latihan tak berjalan maksimal karena Covid-19 yang merebak.

Kendati begitu, Sultoni terus memotivasi para atlet agar tidak mengendorkan semangat latihan di tengah keterbatasan. Saat ini panjat tebing rutin berlatih di SMAN 3 Jogja. Dalam sepekan latihan dilakukan sebanyak tiga kali, pagi dan sore.

“Tapi jadwal latihan outdoor-nya baru 50 persen. Belum semua atlet yang latihan, karena ada yang masih di kampung halaman. Jadi masih proses persiapan saja,” ujar Sultoni kepada Radar Jogja Kamis  (23/7).

Diakui Sultoni, kondisi fisik atlet mengalami penurunan yang cukup signifikan. Itu karena para atlet sudah lama tak berlatih di venue latihan. Sehingga secara otomatis berimbas pada penurunan performa. “Cukup mempengaruhi otot-otot atlet, jadi harus adaptasi lagi,” bebernya.

Di sisi lain, latihan yang dilakukan di SMAN 3 Jogja memang belum bisa maksimal. Sebab, tim panjat tebing terkendala peralatan latihan. Mengingat di sekolah itu hanya tersedia papan nomor boulder dan lead, sedangkan para atlet ini turun di nomor speed.

Oleh karena itu Sultoni berharap Stadion Mandala Krida segera dibuka untuk umum agar timnya dapat kembali berlatih seperti biasa. “Nunggu Mandala dibuka, baru mulai latihan intensif. Semoga bulan Agustus sudah dibuka, karena untuk latihan speed world record (WR) yang standar hanya di Mandala,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelatih Puslatda Renang DIJ Tri Sugiyono juga membeberkan program latihan anak asuhnya. Yakni, Valeria Paulini Yuwono yang nantinya akan turun di nomor renang perairan terbuka di ajang PON. Tri berujar, latihan sudah berjalan sejak April lalu di kolam renang Depok Sport Center (DSC), Seturan. “Sampai sekarang jadwal tetap setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu jam 06.00-08.15,” katanya.

Lebih lanjut Tri mengatakan, dirinya fokus memberikan porsi latihan untuk menguatkan daya tahan tubuh. Tujuannya agar stamina atlet tetap terjaga hingga September. Sebab, Oktober akan dimulai program latihan tahunan sebagai persiapan umum.

Di sisi lain Valeria berharap pandemi segera berakhir, agar Puslatda dapat berjalan normal. “Sampai sekarang kolam nggak sepenuhnya buka semua. Buka pun tidak bisa banyak orangnya, jadi gantian latihannya,”  keluhnya.

Seperti diketahui, akibat pandemi virus korona ini program Puslatda KONI DIJ terpaksa dihentikan sementara. Selain itu, PON XX Papua Oktober 2020 harus diundur hingga tahun depan. Sehingga, sejak Maret lalu para atlet diimbau berlatih mandiri. Hanya saja, di era new normal ini terdapat sejumlah cabor yang memang sudah berlatih di beberapa venue yang telah dibuka. Namun, latihan tetap dilakukan dengan prosedur protokol kesehatan ketat dari KONI DIJ. (ard/laz)

Jogja Raya