RADAR JOGJA – KONI DIJ berencana melanjutkan program Puslatda normal pada November mendatang. Saat ini sejumlah program sedang disusun sebagai persiapan umum dan khusus lanjutan Puslatda. Tentunya dengan harapan masa tanggap darurat Covid-19 di DIJ yang berakhir 31 Juli mendatang tidak diperpanjang pemerintah provinsi.

Wakil Ketua II KONI DIJ Rumpis Agus Sudarko mengatakan, pihaknya tetap mentaati anjuran dan instruksi Gubernur HB X. Sehingga para atlet masih difokuskan untuk berlatih di rumah. “Namun ada beberapa cabor yang kadang latihan di venue umum tapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Karena kami tidak pungkiri sebetulnya ada beberapa daerah di Jogjakarta yang hijau,” ujarnya Kamis  (23/7).

Dikatakan, KONI DIJ tetap memonitoring atlet melalui pelatih masing-masing cabor. Tujuannya agar kondisi perkembangan terkini atlet bisa tetus terpantau. Sedangkan pelatih diminta untuk melaporkan microcycle latihan.

Lebih lanjut Rumpis berharap pandemi Covid-19 segera mereda. Sebab, ke depan ketika kondisi membaik dan darurat Covid-19 dicabut, KONI DIJ ingin kembali menggelar latihan bersama. “Agar betul-betul konsen, karena kami rencanakan untuk PON 2121 itu bulan November harusnya sudah on,” katanya.

Artinya jika sesuai annual planning yakni 12 bulan di antaranya mencakup persiapan secara umum yang dilanjut dengan persiapan khusus, kemudian pra-kompetisi dan kompetisi. Selain itu, KONI DIJ juga berencana menggelar try out atau uji coba untuk melihat kemampuan atlet. Tapi dengan catatan pada September-Oktober kondisi sudah aman.

“Paling tidak Oktober kami akan menyelenggarakan semacam tes kemampuan fisik, teknik, dan kesehatan. Sehingga November, kami dan pelatih bisa menyusun program atau rencana latihan satu tahun itu,”  jelas Rumpis.

Sebagai informasi, saat ini ada 141 atlet dan 54 pelatih tergabung dalam puslatda PON DIJ. Mereka terbagi dalam 19 cabor yang ditargetkan mendapatkan 11 medali emas dalam ajang multievent empat tahunan itu. (ard/laz)

Jogja Raya