RADAR JOGJA – Sosialisasi tahap awal pembangunan Tol Jogja-Bawen di wilayah Tempel sudah dimulai. Total ada 266 bidang tanah yang akan terdampak pembangunan tol di Tempel.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIJ Krido Suprayitno menjelaskan, ada dua desa, yakni Tambakrejo dan Sumberejo, yang menjadi sasaran. Di Tambakrejo, ada 88 bidang tanah di Tambakrejo dengan luasan 55.093 meter persegi yang akan terdampak. Sedangkan di Sumberrejo, ada 12 bidang tanah dengan luasan tanah 4.858 meter persegi.

Karena masih pandemi korona, hanya 50 masyarakat dengan kepemilikan lahan yang diundang. Selebihnya, Krido turut mengundang perangkat desa, dukuh serta lembaga desa untuk dibekali bimbingan teknis. “Untuk nantinya bertugas gethok tular. Untuk mengadakan sosialisasi ke wilayahnya masing-masing,” jelas Krido Rabu (22/7).

Usai sosialisasi, masyarakat diberikan waktu tiga minggu sampai sebulan lamanya untuk mempersiapkan data yang diperlukan. Seperti fotokopi KTP, KK, dan kepemilikan tanah. Jika memungkinkan, Agustus tahap konsultasi publik sudah bisa dilakukan. “Hanya saja ini akan menyesuaikan dengan kesiapan data dari perangkat desa,” tambah mantan Kepala Pelaksana BPBD DIJ itu.

Dalam waktu dekat, tambah Krido, sosialisasi akan dilakukan di Desa Banyurejo. Dengan 166 bidang tanah yang akan terdampak dengan luasan tanah 121.485 meter persegi. “Dalam satu bulan ini, kami selesaikan di Tempel,” ungkap Krido.

Sedangkan untuk Agustus, Krido mengaku akan digunakan untuk sosialisasi di wilayah Tirtoadi, Mlati. Hal ini karena luasan tanah yang terdampak akan lebih banyak. Dikarenakan adanya jembatan junction yang ada di wilayah tersebut.

Sementara itu, Lurah Tambakrejo Artoni Suwasti mengaku dari 88 bidang tanah yang terdampak, tidak ada fasilitas umum seperti masjid, sekolah maupun makam yang ikut terdampak. “Hanya ada jalan desa yang ikut terdampak,” kata Artoni.

Pejabat Pembuat Komitmen Satker Pelaksanaan Tol Jogja-Bawen Heru Budi Prasetya menjelaskan, pembangunan tol Jogja-Bawen di wilayah DIJ mayoritas akan dibuat melayang. Mengingat tol akan dibangun di atas selokan Mataram.

Heru menjamin, pembangunan tol tidak akan mengganggu fungsi dari selokan yang ada. “Sudah didesain dan diterima oleh Kementerian PU,” ungkap Heru. (eno/pra)

Jogja Raya