RADAR JOGJA – Pemkot Jogja tegas menerapkan larangan kedatangan wisatawan dari zona episentrum tinggi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).  Pengawasan dilakukan d tempat parkir wisata maupun destinasi wisata. Hasilnya, satu bus pariwisata dipaksa putar balik karena tak memenuhi persyaratan.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menuturkan, bus tersebut berhenti di salah satu destinasi wisata. Saat dilakukan pemeriksaan ternyata penumpang tak melengkapi diri dengan surat sehat. Akhrinya, seluruh penumpang dilarang turun dan bus wajib putar balik.

“Ada yang kami suruh pulang satu bus, tidak jadi turun di destinasi wisata. Memetakan siapapun yang datang tak memenuhi syarat ya tidak boleh turun (dari bus). Kasus kemarin itu syarat surat sehat, mereka tidak bawa,” tegasnya ditemui di Ruang Sadewa Balai Kota Pemkot Jogja, Rabu (22/7).

Heroe menegaskan, regulasi protokol kesehatan Covid-19 berlaku tegas. Setiap wisatawan wajib melengkapi diri dengan surat sehat. Begitu pula wisatawan yang datang dalam rombongan. Dia juga meminta perusahaan otobus pariwisata mematuhi protokol yang berlaku. Termasuk batas maksimal 70 persen penumpang. Tentunya apabila ditemukan pelanggaran, jajarannya tak segan-segan meminta kendaraan untuk putar balik.

Weekend kemarin ada 38 bus pariwisata yang masuk Kota Jogja tepatnya parkiran Senopati. Wisatawan yang turun di sana ada 1.341 orang. Kebanyakan dari Jateng, Jatim, Jabar, dan Jakarta,” katanya.

Kedatangan ribuan wisatawan ini ternyata menjadi evaluasi jajaran Pemkot Jogja. Penyebabnya, sebagian besar belum membawa surat sehat. Hanya, rombongan ini adalah wisatawan homogeny. Regulasi pelarangan wisatawan menyasar penumpang heterogen. Artinya, para penumpang bus bukan berasal dari lingkungan atau komunitas yang sama. Dengan begitu, peran pengawasan dalam rombongan dinilai tidak kuat.

“Bahasa kami, rombongan umum karena bukan dari komunitas, sekampung, dinas atau keluarga. Baru ketemu di dalam bus, ini bahaya. Mereka tidak saling kenal dan tidak tahu lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Heroe meminta, agar pimpinan rombongan melakukan pengawasan ketat. Protokol diterapkan secara disiplin sejak wilayah keberangkatan. Selanjutnya mematuhi regulasi yang berlaku di tempat tujuan wisata.

“Kalau rombongan dinas dan sejenisnya kami welcome. Karena pasti sudah pakai protokol Covid-19. Harus melengkapi diri terutama surat sehatnya,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya