RADAR JOGJA – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Eko Suhargono telah mendalami kasus Mbah Sudi. Sosok ini adalah penjual salak yang berjualan di kawasan Patangpuluhan Wirobrajan. Dinsos melakukan pendekatan kepada pihak keluarga, yakni anak dari perempuan sepuh tersebut.

Berdasarkan data, nama lengkap perempuan sepuh ini Sudiraharjo Pairah dan berusia 80 tahun. Warga beralamatkan RT 04/RW 22 Dusun Jambon Trihanggo, Gamping. Sementara sang anak yang mengantar jemput bernama Supriyono.

“Sudah didatangi petugas Dinsos Sleman. Baru tahap pendekatan kepada anaknya. Termasuk klarifikasi atas informasi yang beredar,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa sore (21/7).

Dari hasil pendekatan sementara, sang anak mengaku tak ada pemaksaan. Mbah Sudi memang ingin berjualan keliling. Alasannya tak betah jika berdiam diri di rumah. Sehingga harus terus beraktivitas.

Walau begitu pihaknya tak percaya begitu saja. Pendekatan demi pendekatan masih terus dilakukan. Termasuk kepada tetangga yang berada di sekitar kediaman Mbah Sudi.

“Dia (anak Mbah Suro) mengatakan Simbah tidak mau istirahat. Tidak mau bergantung pada anak. Tapi kami masih lakukan pendekatan. Masih turunkan petugas untuk terus cek,” katanya.

Sosok Mbah Sudi sempat mematik perhatian dunia Maya. Berawal dari unggahan tiga video di sosial media Instagram. Diawali dari Simbah berjalan kaki sambil membawa dua bungkus salak. Lalu penjemputan dengan kendaraan bermotor roda tiga bak terbuka.

Dalam unggahan tersebut disertakan narasi adanya dugaan eksploitasi. Pengunggah menuturkan sempat berbincang dengan Mbah Sudi. Terungkap bahwa jualan keliling atas inisiatif sang anak.

“Kami juga tanya tentang dugaan pemaksaan. Tapi anaknya bilang tidak. Ya pelan-pelan agar kami juga bisa dapat profil yang utuh,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Raya