RADAR JOGJA – Bakal diberlakukan beberapa aturan baru dalam lanjutan Liga 1. Salah satunya soal kontrak pemain. Nantinya seluruh pemain hanya menerima setengah gaji atau 50 persen. Aturan itu akan berlaku sebulan sebelum kick off hingga berakhirnya kompetisi 2020.

Sebelumnya, pada medio Maret hingga Juni pesepakbola Indonesia hanya menerima gaji 25 persen. Kebijakan itu diambil PSSI karena kondisi keuangan seluruh klub yang kembang kempis selama pandemi Covid-19.

Nah, apabila mengacu Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/48/III/2020 yang diterbitkan pada 27 Maret lalu, seharusnya saat ini PSSI melakukan perubahan kontrak. Hanya saja, hingga pekan kedua Juli belum ada kejelasan soal pembayaran gaji bulan Juli dan Agustus.

Hal itu diungkapkan Direktur PT PSS Hempri Suyatna. Hempri mengatakan, manajemen memang belum mendapatkan informasi dari federasi terkait gaji. “Ini belum ada diskusi soal itu. Apakah nantinya tetap 25 persen sesuai SK lama atau tidak, kami belum tahu,” ujarnya.

Kendati demikian, Hempri menuturkan manajemen Super Elang Jawa akan tetap mengikuti aturan dan keputusan dari PSSI. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil manager meeting bersama LIB. Termasuk menanti format dan regulasi dari operator Liga.

Sebagai informasi, musim ini LIB memberikan subsidi Rp 5,25 miliar kepada klub. Sementara dua klub, Persipura Jayapura dan Persiraja Banda Aceh, mendapat lebih banyak yakni Rp 5,7 miliar. Total subsidi itu bakal dicairkan bertahap setiap bulan selama kompetisi bergulir. (ard/laz)

Jogja Raya