RADAR JOGJA – Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto tak mempermasalahkan adanya aksi Gejayan Memanggil. Hanya saja dia berpesan agar peserta aksi turut menerapkan protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tentunya dengan menjaga jarak dan mengenakan masker.
Dia memastikan menyampaikan pendapat adalah kebebasan semua warga negara Indonesia, mengacu pada tata norma yang berlaku dan penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

“Pelaksanaan kalau terpaksa harus unjuk rasa jalanan ya protokol dilakukan bersama. Jaga physical distancing lalu pakai masker. Jangan sampai (aksi unjuk rasa) malah jadi klaster baru penularan baru di kelompok pendemo,” pesannya, ditemui di Mapolresta Jogja, Kamis (16/7).

Kapolres Sleman medio 2016 ini juga meminta agar penyelanggara aksi menyediakan tenaga kesehatan untuk memantau apabila ada peserta aksi yang sakit. Langkah ini sebagai antisipasi di tengah pandemi Covid-19.

“Syukur-syukur bisa dicek dulu kesehetannya. Sebelum ikut (aksi unjuk rasa) oleh panitia bisa dicek dulu suhu tubuh dan kesehatannya. Semoga tidak ada masalah,” katanya.

Terkait aksi, Yuliyanto memastikan telah ada pemberitahuan ke polisi. Walau terbilang mendadak, pemberitahuan telah masuk ke Polsek Bulaksumur, Rabu sore (15/7). Pengamanan dilakukan gabungan antara Polres Sleman dan Polda DIJ.

“Desas-desus Gejayan Memanggul sudah beberapa hari lalu akan ada kegiatan lagi. Secara resmi dari panitia baru kemarin sore (15/7) sekitar Magrib mengirimkan surat ke Polsek Bulaksumur,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Raya