RADAR JOGJA – Lonjakan kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus terjadi di Jogjakarta. Terbaru adalah munculnya sembilan kasus baru. Tercatat sebagai kasus 391 hingga kasus 399. Penambahan ini membuat akumulasi kasus positif Covid-19 di Jogjakarta menjadi 396 kasus.

Dari total kasus tersebut ada tiga kasus kontak erat. Tepatnya satu keluarga dari Kabupaten Kulonprogo. Detilnya kasus 397, perempuan berusia 32 tahun. Kasus 398, anak laki-laki berusia 1 tahun dan kasus 399, laki-laki berusia 26 tahun.

“Iya satu keluarga untuk tiga kasus terakhir. Riwayat ketiganya adalah hasil kontak tracing kasus 369,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtningsih, Rabu (15/7).

Enam kasus lainnya adalah kasus 391, perempuan berusia 30 tahun asal Sleman. Sosok ini memiliki riwayat perjalanan dari Madura. Kasus 392, perempuan berusia 40 tahun asal Bantul. Merupakan hasil uji rapid diagnostic test (RDT) massal di Pasar Bantul. Kasus 393, perempuan berusia 42 tahun asal Bantul. Hasil screening kasus dengan riwayat perjalanan dari Solo. 

Adapula kasus 394, laki-laki berusia 27 tahun asal Bantul. Sosok ini juga hasil screening kasus oleh Dinkes Bantul. Kasus 395, laki-laki berusia 77 tahun asal Kota Jogja. Memiliki riwayat perjalanan dari Palembang. Kasus 396, laki-laki 36 tahun asal Bantul. Memiliki riwayat perjalanan dari Sulawesi.

“Hasil pemeriksaan hari ini adalah uji specimen terhadap 470 sampel. Seluruh sampel milik 407 orang atau pasien,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga melaporkan adanya penambahan lima pasien sembuh. Akumulasi kasus sembuh tercatat menjadi 309 kasus. Diawali dari kasus 330, perempuan berusia 60 tahun asal Bantul.

Lalu kasus 361, perempuan berusia 43 tahun asal Kota Jogja. Kasus 295, laki-laki berusia 78 tahun asal Sleman. Kasus 343, perempuan berusia 52 tahun da kasus 34, perempuan berusia 49 tahun. Keduanya berasal dari Kabupaten Bantul.

 Untuk kasus positif Covid-19 meninggal dunia juga bertambah. Yakni m pasien kasus 325, perempuan berusia 61 tahun asal Sleman.

“Selain Covid-19, pasien ini juga memiliki komorbid diabetes melitus dan radang sendi rematik. Sehingga jumlah kasus meninggal menjadi 11 kasus,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Raya