RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 membuat banyak seniman tak lagi menerima panggilan job pementasan. Konser virtual menjadi salah satu terobosan agar bisa bertahan. Inilah yang dilakukan para seniman Karanganyar, Jawa Tengah. Uniknya, konser juga digelar untuk penonton di Suriname, negara di Amerika Selatan.

Menggandeng salah satu event organizer, para seniman dari Bumi Intan Pari itu menggelar konser campursari di studio milik GM Production di Jogjakarta dan disiarkan live melalui aplikasi YouTube dan Zoom. Khusus penonton yang rela membayar, dapat berinteraksi langsung dengan penyanyinya atau istilahnya nyanyi bareng.

Ketua Panitia Acara Kusbaroto mengatakan, pentas campursari yang diberi tajuk Senandung Satu Nada Dua Bangsa ini memang sengaja digelar bagi warga keturunan Solo dan Karanganyar di Suriname. Banyak warga di salah satu negara di Amerika Selatan itu yang kangen menyanyikan lagu campursari.

“Seperti kita ketahui di Suriname banyak sekali orang keturunan Jawa. Mereka sangat suka dengan musik campursari yang dinyanyikan musisi Karanganyar. Untuk itu, kami gelar konser online bagi mereka,”   terang Kus, sapaannya, saat ditemui Minggu (12/7).

Ia menyatakan, kontes virtual diikuti para seniman ternama seperti Dimas Tedjo, Whawin, Anjas Gitarani dan Endah Laras, serta diiringi tim musik FF Production. Konser digelar selama dua jam dan disaksikan para penonton secara online.

Dikatakan Kus, pada kondisi pandemi seperti saat ini konser virtual menjadi salah satu solusi para pelaku seni yang kini tengah terpuruk karena sepinya pentas dan tidak adanya job. Dengan bantuan studio dan perangkat komputer, para seniman kini kembali bisa produktif.

“Kami juga berterimakasih kepada sponsor yang mendukung konser ini agar bisa terselenggara,” tambah Kus yang juga Wakil Ketua ICSB (International Council for Small Business) DPD Karanganyar ini.

Ketua ICSB DPD Karanganyar Joko Sutrisno menambahkan, selain mendukung para seniman lokal Karanganyar, konser virtual juga dapat memberdayakan sebagian usaha kecil. Ini karena bisa kembali mempromosikan produknya melalui pentas yang digelar. “Saya rasa ini momentum untuk lebih memberdayakan UMKM melalui terobosan di dunia online,” ujar Joko.

Sementara Direktur GM Production Yurry Apreto menyampaikan, konser virtual yang dapat ditonton orang dari berbagai negara ini bisa menjadi salah satu wadah para musisi lokal untuk mempromosikan karyanya. Penontonnya pun tidak hanya terbatas di Indonesia saja, tapi bisa dari berbagai negara.

Setelah konser Senandung Satu Nada Dua Bangsa Suriname- Indonesia, GM Production bekerjasama dengan PT Revolusi Teknologi Trans (Revo) juga menggelar pentas virtual lintas negara bertajuk Konser Tombo Kangen dari Ponorogo Jawa Timur. Sasaran penontonnya tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan dan Hongkong yang berasal dari kabupaten ini.

Para penyanyi yang tampil di antaranya Agustino, Wenzhu Andriana, Ratna Anika, dan Irene Gea. “Bupati Ponorogo dan Direktur Revo juga ikut menyanyi dari Ponorogo,” ujar Fira Sarasmitha, Mitra Wilayah PT Revo dalam keterangannya. (inu/laz)

Jogja Raya