RADAR JOGJA – Setelah sempat tertunda, Pemprov DIJ  akhirnya mengumumkan hasil akhir seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama Tahun 2020. Ada 21 nama dari 40 pendaftar yang dinyatakan lolos. Mereka terbagi dalam  tiga besar untuk tujuh jabatan eselon II/a dan II/b yang dilelang.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, mereka yang lolos tiga besar untuk setiap jabatan yang dilelang dihasilkan dari berita acara panitia seleksi JPT Pratama tertanggal 1 Juli 2020 dan rekapitulasi bobot maupun nilai penulisan makalah, uji gagasan serta uji kompetensi atau assesment. “Dan jejak rekam,” ujarnya dalam pengumuman yang diunggah melalui website Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ. Tiga nama untuk setiap posisi yang dilelang itu selanjutnya diajukan kepada gubernur DIJ.

Di sisi lain, di antara 21 nama itu, ada enam nama yang merupakan calon-calon unggulan. Nama-nama itu persis seperti bocoran yang dimuat di Radar Jogja  edisi Jumat (19/6) lalu. Mereka adalah Kabid Perencanaan dan Pengembangan Mutu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardaya,  Kabid BKAD BPKA DIJ Amin Purwani, Kepala Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIJ Erlina Hidayati Sumardi, Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIJ Aria Nugrahadi, Kabid Pengelolaan Barang Daerah BPKA DIJ Adi Nugroho dan Kabid Standardisasi dan Penjaminan Mutu Badan Diklat DIJ Doni Dwi Yoga. “Bocoran Radar Jogja bisa tepat. Nama-nama yang ditulis lolos semua,” ujar seorang pejabat Pemprov DIJ Kamis (9/7)

Meski enam nama itu melenggang ke tahap akhir, ada beberapa nama yang belakangan posisinya belum 100 persen aman. Contohnya Didik Wardaya. Pria yang disebut-sebut calon kuat kepala disdikpora itu mendapatkan rival yang tidak ringan. Kompetitornya adalah Ariyanti Luhur Tri Setyarini. Saat ini Ririn, sapaan akrabnya, menjabat Kabag Pelayanan dan Umum Paniradya Kaistimewaan.

Sosok Ririn dinilai punya potensi mengubah peta. “Dukungan dan jaringan Ririn kuat. Baik ke atas maupun ke samping. Lihat saja hasilnya. Kalau Ririn yang dipilih berarti surprise. Dia menjadi perempuan pertama yang menjadi kepala disdikpora,” ujar seorang sumber di Kepatihan.

Dukungan kuat berikut jaringan juga dimiliki Erlina. Kandidat Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3APP) DIJ mendapatkan saingan dari internal DP3APP. Yakni Sekretaris Dinas P3APP DIJ Carolina Radiastuty.

Erlina saat ini menjabat kepala Balai Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIJ. Sama seperti Ririn, Erlina yang pernah sama-sama bertugas di Dinas Kebudayaan DIJ itu juga punya jaringan luas.

Persaingan ketat juga terjadi pada posisi kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi. Aria Nugrahadi diam-diam mendapatkan lawan kuat dari internal. Sosok yang membayanginya adalah Kabid Hubungan Industrial Dinas Nakertrans DIJ Aryanto Wibowo. “Calonnya sama-sama huruf A. Satu Aria  dan satu lagi Arya,” lanjut sumber itu.

Kabid Pengelolaan Barang Daerah BPKA DIJ Adi Nugroho lolos untuk posisi calon kepala dinas sosial. Jalan Adi belum bisa dikatakan mulus. Ada figur lain yang bisa menjadi kuda hitam. Yakni Endang Patmintarsih yang sehari-hari bertugas sebagai Kabid Sosial Budaya Bappeda DIJ. “Endang juga menguat. Dia satu-satunya calon dari Bappeda yang masuk nominasi,” beber sumber itu.

Kejutan lain juga bisa muncul dari Syam Arjanyanti. Kabid Koperasi dan UKM Dinas Koperasi dan UKM DIJ berpeluang menggeser Doni Dwi Yoga. Keduanya bersaing ketat untuk posisi wakil kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan. “Awalnya Syam nggak masuk perhitungan. Belakangan namanya melambung. Ini bikin kejutan,” tambahnya. (kus/laz)

Jogja Raya