RADAR JOGJA – Empat Siswa Inspektur Polisi (SIP) menyumbangkan plasma darah pasca sembuh dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Metode yang diusung adalah plasma feresis. Metode ini dapat memisahkan plasma darah dari eritrosit, leukosit dan trombosit.

Kepala Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSUP Sardjito Teguh Triyono menuturkan, ada seleksi khusus terkait pengambilan plasma. Tidak semua pasien yang telah sembuh dari Covid-19 dapat mendonorkan plasmanya. Empat siswa SIP, lanjutnya, dinyatakan layak sebagai pendonor plasma.

“Untuk proses pengambilan dari calon donor sudah sembuh harus bebas gejala 14 hari. Lalu periksa standar sebagai donor dan swab ulang. Hasilnya semua negatif dan layak donor (plasma),” jelasnya ditemui di RSUP Sardjito, Rabu (8/7).

Pengambilan plasma juga memerlukan alat khusus. Tujuannya untuk memisahkan plasma dari unsur darah lainnya. Sehingga yang diambil dari pendonor adalah murni plasma.

Untuk setiap pendonor akan diambil 400 mililiter. Plasma kemudian diolah menjadi dua kemasan, tepatnya 2 X 200 mililiter. Sel plasma dapat disimpan hingga kurun waktu satu tahun. Tentunya dalam penyimpanan lemari pendingin.

“Metode khusus plasma feresis dengan alat khusus hanya ambil plasma saja tapi tidak ambil sel leukosit, trombosit, eritorsit hanya murni plasma. Bisa disimpan lebih dari satu tahun. Saat dibutuhkan kemudian dicairkan,” katanya.

Teguh memastikan pendonor plasma bisa dapat mendonorkan kembali plasma darah dalam rentang waktu tertentu. Batas minimal pendonor adalah empatbelas hari.

Pendonoran plasma ini bukan pertama kali di DIJ. Sebelumnya telah ada lima orang yang telah mendonorkan plasmanya. Kelimanya diketahui sempat positif Covid-19 dan telah sembuh. Selain itu juga tak memilik riwayat penyakit bawaan atau komorbid.

“Satu plasma bisa untuk satu pasien. Penerimanya dengan klasifikasi sakit sedang, berat dan kritis. Kalau ringan tidak diberikan plasma. Kalau pendonor wajib tidak punya komorbid. Misal hipertensi, itu tidak boleh kami ambil,”  ujarnya.

Direktur Utama RSUP Sardjito Rukmono Siswishanto mengapresiasi aksi donor siswa SIP Polda DIJ. Menurutnya pendonoran plasma ini suatu bentuk kepedulian. Tentunya aksi ini bisa menjadi contoh bagi lainnya. Terutama pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.

“Bentuk kepedulian penghormatan kepada teman semua bahwa Polri bisa memberikan manfaat saat pandemi. Mudah-mudahan bisa jadi kerjasama dan contoh yang baik,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Raya