RADAR JOGJA – Kini wisatawan yang berada di Malioboro dapat melanjutkan perjalanan wisata ke Candi Borobudur dengan mudah. Kementrian Perhubungan bersama Perum Damri dan Bada Otoritas Borobudur telah meresmikan perjalanan moda angkutan darat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Malioboro-Borobudur, Sabtu (4/7).

Kasubdit Angkutan Multimoda Kementrian Perhubungan Ahmad Wahyudi menuturkan, moda angkutan tersebut akan memiliki trayek dari Malioboro-Terminal Jombor-Candi Prambanan dan sebaliknya. Dalam satu angkutan dapat memuat sembilan penumpang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Rute Malioboro berangkat dari Grand Inna Malioboro ke Terminal Jombor dan Candi Borobudur. Total ada empat armada yang akan berangkat setiap 30 menit sekali, mau isi atau kosong tetap jalan,” kelasnya.

Moda transportasi ini dapat digunakan dengan pembayaran cashless senilai Rp 25 ribu. Saat pembayaran, data penumpang langsung masuk dalam database. 

“Metode ini juga mendukung protokol kesehatan,” tambahnya.

Moda transportasi ini melengkapi angkutan yang telah ada yakni rute Sleman City Hall ke Borobudur dan YIA, UGM ke YIA serta Hartono Mall ke Borobudur dan YIA. Kemenhub saat ini tengah mematangkan kemungkinan pemasangan reader di tiap angkutan yang terkoneksi dengan lampu lalu-lintas.

“Kami sedang upayakan pasang reader di angkutan sehingga bisa otomatis mendapat lampu hijau. Jadi jarak tempuh ke bandara bisa lebih cepat, termasuk kendaraan darurat seperti pemadam kebakaran dan ambulance. Mungkin beberapa bulan lagi akan kita pasang,” tandas Ahmad. (sky/tif)

Jogja Raya