RADAR JOGJA – Pembatasan pengunjung maksimal 2.500 orang dalam satu waktu di Jalan Malioboro sudah diterapkan dengan sistem lima zonasi sejak Minggu (28/6). Kepala UPT Malioboro Ekwanto mengatakan, saat ini QR Code sudah terpasang di lima zona masing-masing.

Setiap zona dibatasi pengunjung maksimal 500 orang untuk pedestrian sisi barat dan timur. “Kalau volume tiap zona sudah 500 orang, nanti ada alarm berbunyi di HP petugas. Artinya harus segera diurai atau dikurangi,” kata Ekwanto Kamis (2/7).

Ia menjelaskan alarm akan berbunyi dari masing-masing petugas yang berjaga di setiap zona jika kapasitas sudah penuh. Ketika mendekati kurang 30-50 orang pun, alarm pengingat petugas akan berbunyi. “Nanti korlapnya akan komunikasi dengan radio untuk mengumumkan bahwa zona itu volume tinggal sekian,” ujarnya.

Zona I meliputi Hotel Inna Garua sampai Malioboro Mall, zona II Malioboro Mall sampai Hotel Mutiara. Zona III Hotel Mutiara sampai Jalan Suryatmajan. Dan, zona IV dari Jalan Suryatmajan sampai Pabringan dijaga petugas Jogoboro dua orang setiap zona. Serta zona V dari Pabringan sampai Titik Nol Kilometer dijaga petugas Pam Budaya.

“Ini masih transisi uji coba, belum pernah satu zona sampai penuh. Kami juga masih proses penyempurnaan sistem untuk menghitung setiap zona itu didatangi rata-rata berapa orang,” jelasnya.

Meski demikian, rata-rata pengunjung yang datang dari hitungan keseluruan dalam lima zona satu waktu masih antara 500-600 orang. Dari pantauannya, kebanyakan pengunjung mendatangi zona II antara depan Inna Garuda sampai Malioboro Mall baik sisi barat maupun timur. Di samping zona II juga zona V. Pengunjung masih didominasi dari domestik atau lokal. “Kebanyakan mereka karena ada kerinduan tersendiri dengan Malioboro yang baru pertama ini sudah bisa dinikmati lagi, baik  pesepeda maupun pejalan kaki,” katanya.

Pantauan Radar Jogja Kamis (2/7), di setiap zona sudah terpasang media visual QR Code. Pengunjung harus memindai QR Code dengan lebih dulu mengunduh aplikasi scanner. Setelah terpindai akan muncul waktu tiba dan keluar. Dan akan tercatat pada laman tersebut riwayat perjalanan pengunjung sesuai zona yang dikunjungi. “Tapi karena petugas kami terbatas, masing-masing harus bisa mandiri memindai QR Code karena sudah ada petunjuknya,” ucapnya.

Setiap zona ada dua petugas yang menjaga untuk melakukan pengukuran suhu tubuh pengunjung yang datang. Juga membantu agar pengunjung memindai QR Code sebelum memasuki zona-zona berikutnya. “Penjagaan di zonasi sudah 24 jam. Cuma paling berat dan banyak pengunjung pada sore hari, pukul 16.00 sampai 24.00,”  terangnya.

Oleh karena itu petugas Jogoboro yang berjaga lebih dintensifkan pada pukul 16.00-24.00 yaitu tiga regu sebanyak 72 orang. Tiap regu ada 24 orang. Sedangkan shif pagi pukul 08.00-16.00 hanya 24 orang atau satu regu berjaga. “Karena ini kondisinya landai,” tambahnya.

Salah seorang pengunjung, Amanda mengatakan, sengaja mengunjungi Malioboro untuk menikmati sore dan jalan-jalan. Warga Sleman ini sudah dua kali berkunjung ke Malioboro dalam masa transisi menuju new normal. Dia mengatakan, sistem memindai QR Code kali ini lebih simpel dan mudah daripada sebelumnya harus mengisi nama dan nomor telepon.

Dalam situsnya pun juga ramah karena ada petunjuk untuk meng-klik. “Secara sistem cukup baik ya, dan saya rasa nggak sulit. Orang yang gaptek saya rasa nggak akan kesulitan karena kalau kita scan langsung muncul petunjuk-petunjuk, tinggal diikuti aja,” kata perempuan 26 tahun saat ditemui di depan mal. (wia/laz)

Jogja Raya